Media Kampung – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Timur mendorong Serikat Pekerja (SP) PT PLN (Persero) untuk membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan. Hal ini disampaikan Kepala Disnaker Jatim Sigit Priyanto saat pelantikan pengurus DPD dan DPC SP PLN se-UID Jawa Timur periode 2025-2029 di Surabaya, Rabu, 17 Juni 2026.
Sigit menekankan pentingnya rasa saling percaya, hormat, dan keterbukaan antara serikat pekerja dan manajemen sebagai mitra sejajar. Hubungan industrial yang dinamis diperlukan agar perusahaan dan pekerja mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan regulasi. “Hubungan industrial yang berkeadilan harus mampu memastikan perusahaan terus tumbuh dan berkembang, sementara kesejahteraan karyawan juga meningkat secara proporsional,” ujarnya.
Ia juga meminta forum bipartit dioptimalkan sebagai sarana komunikasi utama. Menurutnya, dialog dan musyawarah mufakat harus menjadi jalan utama dalam menyelesaikan persoalan hubungan kerja. Sigit mendorong peningkatan kompetensi anggota serikat pekerja untuk menghadapi era transisi energi. “Dukung manajemen dalam program peningkatan keterampilan dan kompetensi pekerja. Kedaulatan energi hanya bisa dipertahankan jika SDM di dalamnya adaptif terhadap teknologi baru yang ramah lingkungan,” katanya.
Sigit mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas dan kedisiplinan kerja. “Disiplin kerja dan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah bagian dari bela negara. Listrik merupakan urat nadi bangsa,” tegasnya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, manajemen PLN, dan serikat pekerja sangat penting untuk menciptakan hubungan industrial yang kondusif. Disnaker Jawa Timur siap menjadi fasilitator, pembina, dan mitra dialog bagi seluruh pihak.
Ketua Umum DPP SP PT PLN (Persero) M. Abrar Ali menegaskan komitmen SP PLN dalam mendorong kedaulatan energi nasional. “Kalau secara kedaulatan energi, semua pengelolaan energi harus kembali ke negara, tidak boleh kepada perorangan atau swasta. Kami mendukung Presiden untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional,” ujarnya.
SP PLN juga mendorong penguatan SDM melalui regenerasi dan penambahan pegawai seiring pertumbuhan perusahaan dan adanya pegawai yang pensiun. “Kita berharap kalau PLN ingin bertumbuh dan berkembang, tentu dengan menambah pegawai. Perusahaan yang bertumbuh salah satunya adalah menambah jumlah unit beserta jumlah pegawainya,” kata Abrar.
SP PLN mendorong rekrutmen tenaga kerja dari daerah untuk mendukung pelayanan kelistrikan, terutama di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sejumlah insentif bagi pegawai yang bertugas di wilayah 3T telah disepakati, antara lain tunjangan khusus, tambahan cuti, dan rotasi penugasan setiap dua tahun. Langkah ini diharapkan memperkuat pelayanan kelistrikan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional hingga ke pelosok Indonesia.
Dalam susunan kepengurusan baru, Dudung Irawan dipercaya sebagai Pembina dan Miftakhus Saidin sebagai Penasihat. Jabatan Ketua DPD SP PLN UID Jawa Timur diemban Moch. Zainuddin, didampingi Widhiyanto sebagai Sekretaris I, Dodi Angga Kusuma sebagai Sekretaris II, Reni Nurhayanti sebagai Bendahara I, dan Agista Akbar sebagai Bendahara II.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan