Media Kampung – Transisi energi menuju ekonomi rendah karbon diproyeksikan menjadi penggerak utama penciptaan lapangan kerja masa depan. Direktur Utama PT PLN Energy Management Indonesia (PLN EMI), Henri Firdaus, mengatakan sektor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mendominasi kebutuhan tenaga kerja hijau. Pasar green jobs global diperkirakan mencapai 16,6 juta pekerjaan pada 2026, dan sektor PLTS diproyeksikan menyerap sekitar 44 persen dari total pekerjaan hijau.

“Transisi energi bukan hanya tentang mengurangi emisi, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi generasi muda,” ujar Henri dalam kegiatan Expert Talk Institut Teknologi PLN bertema dekarbonisasi dan manajemen energi berkelanjutan, Kamis, 25 Juni 2026.

Henri menjelaskan peluang profesi hijau semakin beragam seiring berkembangnya industri energi bersih. Beberapa di antaranya Energy Auditor, Carbon Analyst, ESG Specialist, dan Renewable Energy Engineer. Ia mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi dan pengalaman praktik. Mahasiswa juga diharapkan memahami standar global seperti GHG Protocol, ISO 50001, dan GRI Standards.

“Mahasiswa perlu mempersiapkan diri melalui sertifikasi, riset kolaboratif, dan pemahaman regulasi global,” katanya.

Menurut Henri, dekarbonisasi dilakukan melalui pengurangan emisi dan penyerapan sisa emisi karbon. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Terdapat empat pilar utama dekarbonisasi: efisiensi energi, energi terbarukan, elektrifikasi, serta pengembangan pasar karbon.

Henri menjelaskan efisiensi energi melalui penerapan ISO 50001 mampu menghemat konsumsi energi hingga 25 persen. Pendekatan itu juga berpotensi menekan biaya operasional industri. Selain itu, Renewable Energy Certificate (REC) memungkinkan perusahaan mengklaim penggunaan listrik dari energi terbarukan. PT PLN EMI saat ini mengelola layanan REC untuk ratusan perusahaan.

PLN Group juga mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 51,1 juta ton CO2 pada 2025. Capaian itu didukung pemanfaatan energi terbarukan dan program cofiring biomassa. “Secara total PLN telah berkontribusi menurunkan sekitar 127 juta ton CO2 dari target NDC sektor energi,” ujar Henri.

Henri menambahkan penerapan manajemen energi berkelanjutan memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Efisiensi energi dapat menghasilkan penghematan biaya sekaligus mendukung target dekarbonisasi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.