Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan akan menjalankan rekomendasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menangani kebakaran misterius yang terjadi di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman Makwan mengatakan pemkab akan melaksanakan rekomendasi tersebut, terutama terkait penataan rumah, kamar mandi, dan kamar tidur.
Penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM bersama UPN Veteran Yogyakarta menyimpulkan sementara bahwa kebakaran diduga berasal dari gas hidrogen yang terbentuk dari fermentasi limbah pemotongan ayam. Usaha pemotongan ayam milik pemilik rumah berada di samping rumah sisi utara.
Rekomendasi UGM meliputi membuka sirkulasi udara selebar-lebarnya, memasang blower atau kipas angin untuk menghalau gas, mengeluarkan barang mudah terbakar, serta melakukan penjenuhan cairan basa (air kapur) pada tanah dan lantai untuk menekan bakteri Clostridium penghasil gas hidrogen. Makwan menegaskan bahwa penjenuhan akan dilakukan selama tidak membahayakan.
Pemilik rumah, Mutviana, diminta untuk tenang dan tidak merasa sendiri menghadapi bencana ini. Makwan juga meminta relawan untuk terus mendampingi keluarga Mutviana. Hingga kini, kebakaran telah terjadi puluhan kali, dengan temuan awal dari UPN menunjukkan adanya gas metana di sekitar lokasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan