Media Kampung – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Pelatihan Pendidikan Berlalu Lintas yang bertujuan membangun kebiasaan budaya keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar SMP dan SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di Ruang Auditorium Sekolah Pascasarjana UGM ini diikuti oleh 31 perwakilan siswa sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi, terutama di kalangan usia muda.

Dekan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus dijadikan kebiasaan dan tanggung jawab bersama, tidak hanya sekadar tindakan sesaat. Ia berharap para siswa yang mengikuti pelatihan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan sekolah masing-masing. “Program ini bukan milik UGM ataupun kementerian, tetapi milik kita bersama. Kesuksesan kegiatan ini tergantung dari keaktifan Bapak, Ibu, dan pelajar semua,” ujarnya pada Jumat (22/5).

Pelatihan ini memanfaatkan sistem pembelajaran daring Massive Open Online Courses (MOOC) yang dikembangkan UGM bersama Direktorat Kebijakan dan Inovasi Akademik (DKIA). Sistem tersebut memungkinkan siswa dan guru mengakses materi keselamatan lalu lintas secara fleksibel dari sekolah masing-masing. Program ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang menargetkan penurunan angka kecelakaan hingga 80 persen.

Data yang disampaikan dalam pelatihan menunjukkan mayoritas korban kecelakaan lalu lintas berada pada rentang usia 15–34 tahun. Sebanyak 81 persen dari korban merupakan pengguna sepeda motor, dan sekitar 68 persen di antaranya belum memiliki surat izin mengemudi (SIM). Hal ini menjadi perhatian serius dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan. Prof. Siti menegaskan pentingnya budaya tertib berlalu lintas untuk mendukung sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Tukiman, S.Pd., M.T., memberikan apresiasi atas inisiatif UGM dalam mengadakan pelatihan ini. Ia menekankan bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesadaran hukum dan kompetensi siswa. “Adik-adik nanti harus menjadi agen perubahan untuk ketertiban berlalu lintas dan menjadi contoh bagi teman-temannya di sekolah,” ujarnya.

Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM, Ir. Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program berbasis MOOC ini merupakan bagian dari gerakan global “Decade of Action for Road Safety 2021-2030”. Tujuan utama program ini bukan menghilangkan kecelakaan sepenuhnya, melainkan menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan seperti kematian dan luka berat. Ia menekankan konsep tanggung jawab bersama (share responsibility) dalam keselamatan jalan, yang tidak hanya membebankan kesalahan pada pengemudi, tetapi juga melibatkan pemerintah, pendidik, dan masyarakat pengguna jalan.

Program ini dirancang dengan modul pembelajaran yang lengkap, meliputi teori, pretest, post-test, dan diskusi daring. Selain pembelajaran teori, peserta juga akan mendapatkan pengalaman praktik menggunakan driving simulator dan pelatihan safety riding. Diharapkan siswa tidak hanya memahami aspek teori, tetapi juga memiliki kematangan emosi dan pengalaman saat berkendara. “Training of trainer ini harapannya melahirkan agent of change keselamatan lalu lintas di sekolah,” kata Fahmi.

Narasumber lainnya, Arumdyah Widiati, S.T., M.Sc., Ph.D., memaparkan teknis penggunaan MOOC yang telah disiapkan melalui laman UGM dengan dashboard pembelajaran khusus lalu lintas. Terdapat tiga modul utama yang dapat diakses, yakni pendidikan berlalu lintas secara umum, pengendara sepeda dan pejalan kaki, serta pengendara sepeda motor. Setiap modul menyediakan video pembelajaran, kuis, dan bahan bacaan yang harus diselesaikan dengan nilai minimal 80 persen untuk mendapatkan sertifikat.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membentuk budaya keselamatan berlalu lintas yang konsisten di kalangan generasi muda, sekaligus mendukung upaya nasional menurunkan angka kecelakaan secara signifikan. Dengan pendekatan pendidikan berbasis teknologi dan praktik, diharapkan pelajar dapat menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.