Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) karena dugaan penyelewengan. Keputusan berat ini diambil setelah Prabowo menerima laporan adanya indikasi penyalahgunaan dana dan kejanggalan dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
Dalam acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang digelar di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026), Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya telah memanggil Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) Yusuf Ateh dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavanda untuk mendapatkan laporan mendalam terkait dugaan tersebut.
“Saya mendapat laporan adanya kekurangan, kejanggalan, dan indikasi penyelewengan yang tak bisa saya abaikan,” ujar Prabowo. Meskipun ketiga pimpinan BGN, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung, adalah orang-orang yang sangat dipercaya, Presiden menegaskan bahwa kepentingan rakyat harus selalu diutamakan.
Prabowo mengenang pesan dari almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo, yang mengajarkan untuk selalu berpihak kepada rakyat saat menghadapi kebingungan atau keraguan dalam pengambilan keputusan. “Saya tidak mau uang rakyat dicuri, dan tidak ada pengecualian bagi siapa pun,” tegasnya.
Selain menyinggung soal penggantian pimpinan yang penuh kesedihan, Prabowo juga menekankan pentingnya keberhasilan Program MBG yang menargetkan menjangkau 83 hingga 85 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini diyakini dapat membuka sekitar 3 juta lapangan pekerjaan baru, terutama melalui operasional sekitar 30.000 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
“Ketika 30.000 dapur ini berjalan optimal, kita bisa menciptakan 1,5 juta pekerjaan formal dan 1,5 juta pekerjaan nyata di ekonomi pedesaan,” jelas Prabowo. Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang melibatkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha kecil di rantai pasok pangan.
Dalam arahannya kepada lebih dari 12 ribu pelaksana MBG dan hampir 6 ribu mitra yang hadir di acara tersebut, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada integritas dan dedikasi para pelaksana di lapangan. “Memberi makan ini pekerjaan mulia dan harus berhasil. Jika tidak bekerja dengan baik, silakan minggir, karena kepentingan rakyat adalah yang utama,” ujarnya.
Presiden mengapresiasi pengabdian para petugas MBG, terutama yang bertugas di wilayah terpencil dengan tantangan geografis yang sulit. Ia juga menyoroti peran penting Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam mengelola dapur MBG di lapangan untuk memastikan kualitas pelayanan dan efektivitas program.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum agar program MBG bebas dari praktik korupsi dan penyalahgunaan. Hal ini penting agar dana yang berasal dari rakyat benar-benar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan generasi penerus bangsa.
Dengan komitmen tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas, Prabowo berharap Program MBG dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam peningkatan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan