Media Kampung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Serpong–Bogor melalui Parung sebagai upaya penguatan konektivitas di kawasan Jabodetabek. Proyek tol sepanjang 32 kilometer ini diharapkan meningkatkan kelancaran mobilitas dan efisiensi distribusi logistik antarwilayah.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa saat ini proyek masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis dengan progres mendekati 80 persen dan ditargetkan selesai pada tahun ini. Proses percepatan ini dilakukan agar tahapan perencanaan dapat rampung tepat waktu dan pembangunan dapat segera dilanjutkan.

Nilai investasi pembangunan jalan tol ini mencapai Rp12,35 triliun dan dilaksanakan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor menuju Tangerang menjadi sekitar 45 menit.

Jalan tol yang akan dibangun meliputi dua junction utama, yaitu Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di wilayah Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin. Pembagian ruas jalan tol terbagi menjadi empat seksi, masing-masing Seksi I Salabenda–Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer, Seksi II Pondok Udik–Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer, Seksi III Putat Nutug–Rumpin sepanjang 8,23 kilometer, dan Seksi IV Rumpin–Serpong sepanjang 10,56 kilometer.

Pembangunan proyek ini dikerjakan oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras, sebuah konsorsium yang terdiri dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra dengan masa konsesi selama 40 tahun. Pihak Kementerian PU memastikan seluruh proses pembangunan akan mengikuti standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan standar pelayanan minimal jalan tol.

Keberadaan Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jabodetabek dan sekitarnya. Infrastruktur ini juga memberikan kontribusi terhadap efisiensi investasi dan pengurangan biaya logistik melalui percepatan distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas kawasan.

Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pemerataan pembangunan dan memperkuat jaringan infrastruktur kawasan Jabodetabek. Dengan progres perencanaan yang hampir rampung, diharapkan proyek dapat segera memasuki tahap konstruksi guna memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.