Media Kampung, Dua anak berseragam merah putih berangkat ke sekolah dengan nasib berbeda. Satu naik angkutan umum di jalan mulus, belajar di kelas nyaman dengan internet cepat. Satunya lagi harus berjalan jauh, melewati jalan rusak dan sungai, hanya untuk sampai ke sekolah.

Keduanya lahir di Indonesia, sama-sama menghafal Pancasila, dan bermimpi meraih masa depan lebih baik. Namun, sejak langkah pertama menuju sekolah, mereka sudah memulai perjalanan dengan kondisi yang berbeda.

Kesenjangan ini bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan juga kesempatan. Ketika satu anak belajar dengan fasilitas lengkap sementara yang lain berjuang untuk ke sekolah, kesenjangan akses pendidikan menjadi nyata.

Pembangunan Indonesia kerap diukur dari jalan tol, gedung tinggi, dan proyek besar. Namun, pembangunan seharusnya juga diukur dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh mereka yang selama ini masih di pinggir perhatian.

Setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-cita. Indonesia tidak akan benar-benar maju jika masih ada anak-anak yang harus memulai perjuangannya dari garis yang berbeda.