Media Kampung, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan pembangunan jembatan baru sepanjang 300 meter di Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, akan dimulai tahun depan dengan anggaran Rp700 miliar. Proyek yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun ini merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.
Tito menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Jembatan Enang-Enang yang sempat lumpuh akibat bencana alam pada 26 November 2025. Dalam kunjungan yang diguyur hujan deras itu, ia menyapa warga dan tokoh setempat, termasuk Sahrial Abadi yang dikenal sebagai pelopor pembukaan jalan Enang-Enang pascabencana. Sahrial bersama warga bergotong royong membuka akses jalan sebelum pemerintah turun tangan.
“Untuk truk belum bisa melintas,” ujar Tito, menegaskan bahwa kondisi tanah di kawasan tersebut masih rawan, meskipun sementara sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Ia menjelaskan bahwa penguatan struktur akan dilakukan bersama Balai PU.
Selain jembatan baru, pemerintah juga akan melebarkan jalan alternatif di Werlah menjadi enam meter dan membangun dua jembatan dengan anggaran Rp100 miliar tahun ini. Tito menambahkan bahwa jembatan lama tidak akan dihilangkan karena memiliki nilai sejarah. “Jembatan ini akan menjadi ikon tanah Gayo,” katanya.
Kunjungan Tito merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretaris Kabinet. Ia mengapresiasi gotong royong masyarakat yang telah memperbaiki akses jalan. “Ini bukan berarti pemerintah tidak peduli, justru kami datang untuk memastikan dukungan penuh terhadap upaya masyarakat,” tutupnya.





















Tinggalkan Balasan