Media Kampung – 09 April 2026 | Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelenggarakan acara Anugerah PROPER 2025 pada hari Rabu, mengapresiasi 243 perusahaan yang dinilai unggul dalam pelestarian lingkungan.

Acara yang berlangsung di Jakarta ini menandai komitmen pemerintah untuk memperkuat sistem penilaian lingkungan pada sektor industri.

PROPER, singkatan Penilaian Kinerja Perusahaan terhadap Lingkungan, kini menjadi standar evaluasi yang mengikat bagi perusahaan publik dan swasta.

“Kami menilai PROPER sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan,” tegasnya dalam sambutan.

Dia menambahkan bahwa 243 perusahaan yang menerima penghargaan telah menunjukkan peningkatan signifikan pada indikator pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan penggunaan sumber daya alam.

Penilaian tersebut mencakup tiga level: Biru, Hijau, dan Emas, dengan masing-masing mencerminkan tingkat kepatuhan yang berbeda.

Level Emas diberikan kepada 27 perusahaan yang memenuhi seluruh kriteria secara optimal.

Perusahaan-perusahaan di level Hijau dan Biru juga mendapat apresiasi atas upaya perbaikan berkelanjutan.

Menteri menegaskan bahwa penghargaan bukan sekadar simbol, melainkan dorongan bagi perusahaan lain untuk meningkatkan kinerja lingkungan.

Ia menekankan pentingnya integrasi kebijakan lingkungan dalam strategi bisnis jangka panjang.

“Kepatuhan bukan beban, melainkan peluang untuk inovasi dan peningkatan daya saing,” ujar Menteri.

Data resmi menunjukkan bahwa sejak 2020, jumlah perusahaan yang terdaftar di PROPER meningkat 35 persen.

Peningkatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan pelaporan lingkungan tahunan bagi semua entitas ekonomi besar.

Para ahli menilai bahwa mekanisme penghargaan dapat memicu perubahan perilaku korporat secara signifikan.

Dr. Siti Rahma, pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, menyatakan bahwa insentif publik seperti PROPER dapat mempercepat adopsi teknologi bersih.

Ia menambahkan bahwa perusahaan yang terakreditasi baik cenderung lebih diminati investor internasional.

Investor melihat standar lingkungan sebagai faktor risiko yang penting dalam penilaian portofolio.

Dalam rangka memperluas jangkauan, KLH berencana menambahkan lebih banyak indikator digital dan berbasis data pada tahun mendatang.

Penggunaan teknologi sensor dan analitik data diharapkan dapat meningkatkan akurasi penilaian.

Pemerintah juga akan memperkuat mekanisme verifikasi lapangan untuk memastikan keabsahan laporan perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan mengurangi potensi manipulasi data dan meningkatkan kepercayaan publik.

Selama upacara, perwakilan dari masing-masing perusahaan pemenang menyampaikan komitmen mereka untuk terus meningkatkan performa lingkungan.

Sejumlah perusahaan mengumumkan rencana investasi pada proyek energi terbarukan dan pengolahan limbah cair.

Contohnya, PT Green Energy mengalokasikan Rp 500 miliar untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Jawa Barat.

PT Aqua Clean berencana menambah kapasitas instalasi pengolahan air limbah sebesar 30 persen dalam tiga tahun ke depan.

Menteri menyoroti peran penting kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga swadaya masyarakat dalam mewujudkan target nasional pengurangan emisi.

Target tersebut mencakup penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen pada tahun 2030 dibandingkan level 2010.

PROPER 2025 menjadi bagian integral dari strategi nasional untuk mencapai target tersebut.

Dalam penutup, Menteri mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk auditor independen dan LSM lingkungan.

Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas lingkungan hidup di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.