Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Senin pagi, 25 Mei 2026, mengalami penguatan sebesar 25,60 poin atau setara 0,42 persen ke posisi 6.187,65. Kenaikan ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 3,05 poin atau 0,49 persen ke level 623,49.

Meskipun demikian, analis dari BNI Sekuritas menyampaikan bahwa IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengungkapkan bahwa setelah penutupan positif pada pekan lalu, pasar masih menghadapi tekanan jual dari investor asing yang mencapai Rp 1,07 triliun, terutama pada saham-saham unggulan seperti BBCA, BMRI, TPIA, AMMN, dan TLKM.

Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran support antara 5.900 hingga 6.100, sementara level resistance diprediksi berada pada rentang 6.200 hingga 6.250. Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, rekomendasi saham yang diunggulkan pada hari ini meliputi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Kinerja IHSG pada pekan lalu menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Pada Jumat, 22 Mei 2026, IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05, didorong oleh rebound saham sektor energi dan bahan baku. Namun, dalam periode yang sama, IHSG masih mencatatkan penurunan signifikan secara year-to-date, yakni sebesar 28,74 persen, menjadikan indeks saham Indonesia sebagai salah satu yang berkinerja terburuk di kawasan ASEAN hingga saat ini.

Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang tinggi dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Pergerakan IHSG yang dibuka menguat hari ini memberikan sinyal positif, namun tekanan jual asing dan kondisi global yang tidak menentu masih menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.