Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat ke kisaran 7.750-7.700 pada pembukaan perdagangan Senin, 20 April 2026, setelah menutup pada level 7.634.004 pada Jumat, 17 April. Analis Phintraco Sekuritas menilai indeks masih berada di atas rata‑rata bergerak 5 hari (MA5) dan jauh di atas MA20, menandakan tren naik yang masih kuat meski volatilitas global masih tinggi.

Sentimen bullish Phintraco didorong oleh rangkaian data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam minggu ini, antara lain hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 22 April, pertumbuhan kredit pada hari yang sama, serta data M2 Money Supply pada 23 April. Di sisi eksternal, pasar menantikan data retail sales Amerika Serikat pada 21 April dan Michigan Consumer Sentiment pada 24 April, serta data pengangguran, inflasi, dan manufaktur dari Uni‑Britania. Investor juga memantau kebijakan moneter Tiongkok serta neraca perdagangan dan inflasi Jepang menjelang pertemuan Bank of Japan.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi beli pada enam saham yang dipandang memiliki potensi keuntungan di tengah penguatan indeks, yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Cleo Pratama Tbk (CLEO), PT Wisma International Tbk (WIIM), PT Ultra Jaya Milk Industry Tbk (ULTJ), dan PT NCK Logistics Tbk (NCKL). Analis menilai masing‑masing perusahaan tersebut memiliki fundamental kuat serta berada dalam sektor yang diperkirakan mendapat manfaat dari aliran likuiditas dan permintaan domestik.

Sementara itu, MNC Sekuritas mengadopsi pandangan yang lebih konservatif, memproyeksikan IHSG dapat menguji level support 7.245‑7.575 jika tekanan jual kembali muncul. Mereka menekankan bahwa indeks rentan mengalami koreksi mengingat adanya gap harga yang belum terisi sepenuhnya. Dalam skenario negatif, MNC merekomendasikan empat saham, yaitu PT Astra International Tbk (AUTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Citra Marga Nusantara Tbk (CMRY), serta kembali menyoroti MDKA sebagai saham yang relatif defensif.

Data teknikal menunjukkan bahwa IHSG berada pada zona konsolidasi di atas level psikologis 7.700, namun volume perdagangan masih terjaga di atas 2 miliar saham per hari dengan nilai transaksi mendekati Rp 1 triliun. Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter Federal Reserve tetap menjadi risiko yang dapat memicu volatilitas. Oleh karena itu, para analis menyarankan investor untuk memperhatikan level support 7.500 sebagai batas bawah jangka pendek.

Secara keseluruhan, proyeksi penguatan IHSG ke 7.700 didukung oleh kombinasi data ekonomi positif, kebijakan moneter yang stabil, serta rekomendasi saham dari dua rumah sekuritas terkemuka. Namun, investor tetap diimbau untuk memantau perkembangan RDG BI, data ekonomi global, dan dinamika pasar luar negeri guna mengelola risiko koreksi yang potensial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.