Media Kampung – Bagi sebagian orang, kendaraan pertama bukan hanya alat transportasi, melainkan juga simbol pencapaian, kerja keras, dan kenangan masa muda. Dalam cerita teman kumparanOTO, Septian dan Hikmah Lestari sama-sama menyebut motor pertama mereka punya nilai sentimental yang sulit digantikan.

Septian, 36 tahun, mengingat Vespa LX 125 karburator tahun 2013 sebagai kendaraan pertamanya. Motor itu dibelinya pada 2015 dengan gaji sendiri dan dicicil selama 18 kali kepada uwaknya. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat motor itu terasa sangat berarti karena menjadi salah satu pencapaian awal saat mulai bekerja.

Rasa bangga itu juga melekat karena Vespa tersebut menemani Septian dalam fase hidup yang panjang, termasuk sampai ia menikah. Bahkan, warna motor sempat dimodifikasi mengikuti keinginan istri. Baginya, cara menikmati dunia otomotif kini tidak lagi hanya soal motor atau modifikasi, tetapi juga soal cerita dan pengalaman yang dibagikan bersama keluarga.

Hal serupa juga dirasakan Hikmah Lestari, 21 tahun. Ia menceritakan bahwa kendaraan pertamanya adalah Honda Scoopy yang dibeli pada 2024 dari hasil menabung dari pekerjaan. Ia mengaku senang karena bisa memiliki motor dengan uang hasil kerja sendiri.

Honda Scoopy itu kemudian menjadi teman setianya saat merantau, termasuk untuk menghadapi kemacetan sehari-hari. Momen yang paling berkesan bagi Hikmah adalah ketika motor tersebut dibawa pulang kampung ke Jawa Tengah dan digunakan untuk berkeliling ke berbagai tempat.

Lebih dari itu, motor pertamanya juga menjadi alat yang bermanfaat bagi keluarga. Hikmah bercerita pernah menggunakan Scoopy untuk mengantar kakek dan nenek jalan-jalan atau ke pasar, hingga menemani ibunya berkunjung ke rumah teman lama di kampung. Pengalaman tersebut membuat kendaraan pertama bukan sekadar milik pribadi, tetapi juga bagian dari kebersamaan keluarga.

Kisah Septian dan Hikmah menunjukkan bahwa kendaraan pertama kerap meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada sekadar spesifikasi atau merek. Di baliknya ada cerita tentang perjuangan, kemandirian, dan hubungan emosional yang bertahan lama meski pemiliknya sudah memiliki kendaraan yang lebih baik.