Media Kampung – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menilai pelemahan penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) dipicu oleh dua faktor utama, yakni daya beli masyarakat yang melemah dan syarat kredit dari lembaga pembiayaan yang makin ketat. Kondisi ini paling terasa pada segmen pembeli mobil pertama atau first car buyer.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi wholesales mobil LCGC sepanjang Januari-September 2026 turun 11 persen menjadi 83.997 unit, dari 94.327 unit pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi ritel, penjualan juga turun 7 persen menjadi 90.527 unit dari sebelumnya 97.732 unit.
Domestic Marketing Corporate Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra mengatakan pasar otomotif sempat tumbuh kuat setelah pandemi Covid-19, terutama saat pemerintah memberikan insentif. Namun, menurut dia, kondisi saat ini justru lebih berat bagi konsumen pemula yang biasanya mengandalkan pembiayaan kredit untuk membeli mobil.
“Kalau memang dulu setelah Covid kan market mulai naik. Terutama setelah ada insentif langsung booming banget. Nah semakin ke sini kami melihat dampaknya ke first car buyer ya,” ujar Budi di Denpasar, Bali, Rabu (28/10).
Budi menjelaskan, tantangan di segmen ini bukan hanya soal harga kendaraan. Menurut dia, konsumen pembeli mobil pertama juga mempertimbangkan kemudahan layanan purna jual, jaringan yang mudah dijangkau, serta nilai jual kembali sebelum memutuskan membeli kendaraan.
“First car buyer itu sekarang isunya tuh lebih ke daya beli. Daya beli terus juga memang ya ada menyebabkan leasing juga yang ketat. Nah jadi untuk segmen-segmen di first car buyer ini itu cukup terdampak,” kata Budi.
Ia menambahkan, persaingan di pasar kini juga semakin ramai dengan hadirnya mobil listrik berharga lebih terjangkau. Meski begitu, menurut analisis internal Daihatsu, faktor harga awal tetap penting bagi pembeli mobil pertama, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.
Daihatsu menilai ekosistem merek yang matang, kemudahan perawatan, serta resale value masih menjadi alasan utama konsumen di segmen ini. Karena itu, pelemahan pasar LCGC disebut tidak hanya berkaitan dengan harga kendaraan, tetapi juga dengan kondisi ekonomi dan akses pembiayaan yang lebih menantang.













