Media Kampung – PT Honda Prospect Motor (HPM) menyebut Honda Brio masih memiliki kontribusi besar di luar Pulau Jawa, dengan porsi penjualan sekitar 35-40 persen dari total penjualan Brio nasional. Di saat yang sama, HPM terus memperluas jaringan diler di wilayah dengan pertumbuhan pasar yang cepat agar layanan purnajual lebih dekat ke konsumen.

Sales Marketing and After Sales Director PT HPM Yusak Billy mengatakan, penjualan Brio masih ditopang sejumlah daerah di luar Jawa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Utara. Sementara di Jabodetabek, kontribusinya disebut sekitar 20 persen.

Jaringan layanan disesuaikan dengan sebaran konsumen

Menurut Billy, pengembangan jaringan diler dilakukan bukan hanya untuk mengejar penjualan, tetapi juga untuk memastikan konsumen tidak harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk servis. Ia menilai, di sejumlah daerah, jarak ke pusat kota bisa mencapai tiga hingga empat jam, sehingga akses layanan menjadi faktor penting setelah pembelian mobil.

HPM juga melihat banyak wilayah di luar kota besar berkembang lebih cepat, termasuk kawasan penyangga atau sub-urban. Kondisi itu mendorong mitra diler yang sudah memiliki jaringan di pusat kota untuk mengusulkan pembukaan fasilitas baru yang lebih dekat dengan pelanggan.

Okupansi tinggi jadi sinyal kebutuhan fasilitas tambahan

HPM menyebut pengembangan jaringan juga mempertimbangkan kapasitas layanan di suatu wilayah. Billy mencontohkan Tangerang Selatan, yang tingkat okupansinya disebut sudah mencapai 97-98 persen. Menurut dia, kondisi seperti ini menjadi alasan untuk menambah fasilitas agar konsumen tidak perlu mengantre terlalu lama.

Ia menegaskan bahwa HPM ingin menjaga kemudahan dalam seluruh siklus kepemilikan kendaraan, mulai dari membeli, merawat, hingga menjual kembali mobil. Dengan prinsip tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan layanan yang lebih dekat agar konsumen tidak beralih ke bengkel umum hanya karena sulit menjangkau diler resmi.

HPM juga menilai Brio generasi kedua yang meluncur sejak 2018 masih cukup kompetitif untuk bersaing di pasar city car. Namun, soal rencana pergantian model, Billy mengatakan perusahaan masih mempertimbangkan beberapa hal.