Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen Pancasila Adalah Way of Life
Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Nganjuk baru-baru ini menggelar upacara memperingati Hari Lahir Pancasila ke-81 yang berlangsung di GOR Bung Karno, Nganjuk. Dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Pondasi Perdamaian Dunia”, upacara ini menjadi momentum penting yang mengingatkan seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya merawat dan mengamalkan ideologi bangsa Indonesia. Dalam acara yang khidmat tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, menyampaikan pidato penuh makna yang mengangkat kembali kisah historis antara Bung Karno dan Presiden Yugoslavia, Broz Tito, yang menggemakan semangat persatuan dan keutuhan bangsa.
Pesan Mendalam dari Kisah Bung Karno dan Broz Tito
Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen Pancasila Adalah Way of Life menjadi inti pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut. Kang Marhaen menceritakan sebuah dialog legendaris yang terjadi pada Konferensi Non-Blok tahun 1961 di Yugoslavia antara kedua tokoh besar dunia itu. Saat itu, Broz Tito dengan bangga menyatakan keyakinannya terhadap masa depan Yugoslavia yang kuat berkat militer modern dan tangguh. Namun, Bung Karno menjawab dengan keyakinan bahwa warisan ideologi yang kuat dan menyatu jauh lebih abadi daripada kekuatan militer semata. Prediksi Bung Karno terbukti benar, di mana Yugoslavia kini telah pecah menjadi beberapa negara, sementara Indonesia tetap kokoh berdiri, berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup.
Pancasila Sebagai Way of Life
Kang Marhaen menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara, tetapi merupakan “way of life” atau pandangan hidup yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi lem perekat yang menyatukan keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia. “Kita patut meneruskan bagaimana Pancasila sebagai pemersatu, Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum, dan menjadi pandangan hidup kita,” tegas Kang Marhaen.
Dalam pidatonya, Kang Marhaen juga mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda yang hadir dalam upacara, untuk tidak hanya menghafal nilai-nilai Pancasila, tetapi benar-benar mempraktikkan dan mengamalkan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perjuangan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus dilakukan agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga di masa depan.
Upacara yang Menguatkan Semangat Kebangsaan
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Nganjuk ini dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, serta ratusan pelajar dan mahasiswa. Suasana khidmat dan penuh semangat menjadi gambaran betapa pentingnya momentum ini bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk. Semangat persatuan dan keutuhan bangsa yang dibangun oleh pendiri bangsa melalui Pancasila terus dihidupkan oleh para pemimpin daerah dan generasi penerus bangsa.
Menjaga Warisan Ideologi Bangsa
Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen Pancasila Adalah Way of Life juga menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari aspek militer atau ekonomi, tetapi juga dari kekuatan ideologi yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat. Pancasila sebagai ideologi yang inklusif dan mempersatukan keberagaman menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa Indonesia di tengah dinamika global.
Dengan mengenang kembali kisah tersebut, Kang Marhaen menegaskan bahwa setiap warga negara harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, Indonesia akan tetap kokoh dan berdiri tegak sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.
Menguatkan Identitas Bangsa Melalui Pancasila
Peringatan Hari Lahir Pancasila yang dirangkai dengan penguatan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi negara ini menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Nganjuk. Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen Pancasila Adalah Way of Life menjadi inspirasi nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga dan dihidupkan agar menjadi panduan bagi seluruh warga Indonesia.
Melalui pemahaman mendalam akan sejarah dan makna Pancasila, masyarakat diharapkan dapat lebih mencintai tanah air dan menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pancasila tidak hanya menjadi simbol, tetapi harus menjadi cara hidup yang tercermin dalam sikap, tindakan, dan kebijakan yang pro-rakyat dan berkeadilan sosial.
Dengan semangat tersebut, Kabupaten Nganjuk berkomitmen untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam pembangunan daerah dan penguatan karakter bangsa.
Secara keseluruhan, peringatan Hari Lahir Pancasila di Nganjuk dan pesan penting yang disampaikan Kang Marhaen mengingatkan kita semua bahwa Pancasila adalah warisan berharga yang harus dijaga dan diamalkan. Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen Pancasila Adalah Way of Life tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi juga menjadi motivasi dalam menjaga keutuhan NKRI dan menatap masa depan bangsa yang lebih baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan