Media Kampung – Luka Modrić kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 40 tahun ini masih menjadi andalan Kroasia di turnamen sepak bola terbesar dunia. Pada laga pembuka Grup L melawan Inggris di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Modrić tampil sebagai kapten dan menjadi salah satu pemain tertua di ajang ini.
Modrić, yang lahir pada 9 September 1985, merupakan pemain keempat tertua di Piala Dunia 2026. Ia termasuk dalam tujuh pemain yang berusia 40 tahun ke atas. Ini adalah penampilan kelimanya di Piala Dunia, setelah sebelumnya membawa Kroasia meraih peringkat kedua pada 2018 dan ketiga pada 2022. Konsistensi dan kualitasnya di lini tengah masih diakui, bahkan oleh lawan sekalipun.
Dalam pertandingan melawan Inggris, Modrić berduet dengan pemain-pemain muda Kroasia seperti Martin Baturina dan Petar Sučić. Pelatih Zlatko Dalić tetap mempercayakan ban kapten kepadanya. Susunan pemain Kroasia untuk laga tersebut adalah Dominik Livaković; Josip Stanišić, Joško Gvardiol, Josip Šutalo, Luka Vušković; Luka Modrić, Mario Pašalić, Martin Baturina, Petar Sučić; Ivan Perišić, Petar Musa.
Tak hanya itu, Modrić juga mendapat kehormatan khusus dari FIFA. Ia termasuk dalam kelompok pemain yang menerima FIFA Legacy Badge, sebuah lencana emas di lengan baju yang diberikan kepada pemain aktif yang telah tampil di lima Piala Dunia atau lebih. Lencana ini juga dikenakan oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang tampil untuk keenam kalinya, serta Manuel Neuer dan Guillermo Ochoa yang juga sudah lima kali berpartisipasi. Penghargaan ini menegaskan status Modrić sebagai legenda sepak bola dunia.
Inggris sendiri menurunkan skuad bertabur bintang di bawah pelatih Thomas Tuchel. Jude Bellingham, Harry Kane, dan Declan Rice menjadi tumpuan. Namun, pengalaman Modrić dan determinasi Kroasia membuat pertandingan ini diprediksi berjalan sengit. Beberapa pengamat memprediksi hasil imbang 1-1, mengingat Inggris kerap tersandung di fase grup.
Pertandingan ini menjadi ujian awal bagi kedua tim. Bagi Kroasia, kehadiran Luka Modrić bukan sekadar simbol, tetapi jaminan kualitas di tengah regenerasi pemain. Sang legenda masih menjadi motor permainan dan panutan bagi rekan-rekannya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan