Media Kampung – Pertandingan Ghana vs Panama di Grup L Piala Dunia 2026 menjadi duel krusial bagi kedua tim yang sama-sama berambisi lolos dari bayang-bayang Inggris dan Kroasia. Laga ini wajib dimenangkan oleh salah satu tim untuk menjaga asa melaju ke fase gugur.

Berdasarkan 25.000 simulasi pertandingan oleh Superkomputer Opta, Panama diunggulkan dengan probabilitas kemenangan mencapai 45,2 persen, sementara Ghana hanya 29,6 persen dan hasil imbang 25,2 persen. Keunggulan ini didukung oleh catatan pertahanan agresif Panama yang mencatat 82 high turnovers dan 138 pressed sequences selama kualifikasi.

Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, yang memulai debut kelimanya di turnamen FIFA, harus membenahi lini belakang yang rentan. Black Stars kebobolan minimal dua gol dalam enam laga Piala Dunia terakhir. Sementara itu, Panama yang dilatih Thomas Christiansen, alumni akademi Barcelona, mengandalkan pertahanan kokoh dan serangan balik cepat.

Jordan Ayew menjadi andalan Ghana setelah terlibat dalam 14 gol selama kualifikasi zona CAF (7 gol, 7 assist). Di kubu Panama, Ismael Diaz yang meraih sepatu emas Piala Emas dan bek sayap Besiktas, Amir Murillo, menjadi pilar utama. Kapten Panama, Anibal Godoy, siap memimpin tim meredam agresivitas striker Ghana, Antoine Semenyo.

Ghana berusaha mengulang memori manis perempat final 2010 setelah absen lama dari Piala Dunia. Panama, yang lolos tanpa trio tuan rumah Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, tampil tanpa beban. Kemenangan menjadi harga mati bagi kedua tim untuk membuka peluang lolos dari grup yang juga dihuni Inggris dan Kroasia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.