Media Kampung – Real Madrid mengalami kekalahan pertama mereka musim ini setelah takluk 0-1 dari Real Betis di Estadio La Cartuja, Sevilla. Pertandingan ini menjadi sorotan utama bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena kontroversi terkait penalti yang gagal dieksekusi oleh Kylian Mbappé, yang melibatkan pemain Real Betis, Marc Bartra.

Real Madrid tampil dominan pada babak pertama dengan mencatatkan 15 tembakan, termasuk peluang-peluang emas dari Vinícius Jr dan Mbappé. Namun, upaya mereka gagal berbuah gol berkat pertahanan solid Betis dan juga penyelamatan kiper Álvaro Valles. Marc Bartra berperan krusial dengan aksinya yang berhasil memblok tendangan Mbappé dan membersihkan bola setelah bola rebound.

Baca juga:

Babak kedua berjalan dengan intensitas yang menurun, terutama karena kondisi cuaca yang panas dan lembap di Sevilla. Real Betis berhasil mencetak gol kemenangan melalui Troy Parrott pada menit ke-81, memanfaatkan bola rebound hasil paritan Thibaut Courtois terhadap sundulan Nelson Deossa.

Menjelang akhir pertandingan, Real Madrid mendapatkan kesempatan emas melalui penalti akibat pelanggaran keras Natan terhadap Vinícius Jr. Namun, penalti yang dieksekusi Mbappé pada menit ke-95 gagal membuahkan gol setelah diselamatkan oleh Valles. Momen ini memicu kontroversi karena Marc Bartra terlihat sudah masuk ke dalam area penalti sebelum tendangan dilakukan dan langsung membersihkan bola dari rebound.

Baca juga:

Meski demikian, berdasarkan aturan dan analisis yang ada, Bartra tidak dianggap melakukan pelanggaran karena pada saat Mbappé melakukan tendangan, Bartra masih berada di udara dan belum menapak di dalam area penalti. Oleh karena itu, wasit memutuskan tidak mengulang tendangan penalti tersebut, keputusan yang menjadi perdebatan di kalangan penggemar dan analis sepak bola.

Marc Bartra menjadi figur sentral dalam pertandingan ini tidak hanya karena kontribusinya dalam bertahan, tetapi juga sebagai faktor kunci dalam keputusan wasit yang berdampak pada hasil akhir pertandingan. Kekalahan ini menandai kekalahan pertama pelatih José Mourinho di musim keduanya bersama Real Madrid, menambah tekanan bagi tim raksasa Spanyol tersebut.

Baca juga:

Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya regulasi teknis dalam sepak bola modern dan bagaimana detail kecil seperti posisi pemain saat penalti dapat mempengaruhi hasil pertandingan besar. Bagi Real Madrid, kekalahan ini menjadi momen evaluasi penting dalam upaya mereka mempertahankan performa sepanjang musim.