Media Kampung – Kapten Hibernian, Martin Boyle, mengakui timnya tengah menghadapi minggu yang penuh tekanan setelah kekalahan memalukan 2-0 dari FC Malisheva di leg pertama babak kualifikasi berikutnya. Kekalahan tersebut menjadi salah satu hasil terburuk yang pernah dialami Hibernian, memicu kritik keras dari para pendukung yang hadir di stadion Pristina.

Boyle menyatakan bahwa meskipun timnya mendapat tekanan dan kritik tajam, mereka tetap yakin dapat membalikkan keadaan saat pertandingan leg kedua digelar di markas mereka, Easter Road, pekan depan. “Kami tahu minggu ini akan negatif, tapi hanya kami sebagai pemain yang bisa mengubah situasi ini,” ujar Boyle.

Baca juga:

Ia juga menegaskan kepercayaan tim kepada manajer dan strategi yang telah membawa mereka ke posisi saat ini dalam dua tahun terakhir. Boyle menambahkan, “Kami tidak punya pilihan selain bangkit dan membalikkan keadaan. Ini akan menjadi ujian karakter yang sebenarnya bagi kami.”

Baca juga:

Ketika ditanya tentang kemarahan para penggemar, Boyle menyatakan bahwa ia sangat memahami posisi mereka. Banyak pendukung rela mengeluarkan biaya besar, termasuk dua penerbangan tanpa rute langsung, untuk mendukung tim. “Mereka berhak menyatakan kekecewaan mereka, dan saya juga mungkin akan merasa marah jika berada di posisi mereka,” katanya.

Baca juga:

Boyle berharap para pendukung tetap datang mendukung tim pada pertandingan selanjutnya agar Hibernian dapat meraih hasil positif serta melaju ke babak berikutnya.