Media Kampung – Pelatih Sturm Graz, Fabio Ingolitsch, menolak menganggap remeh Heart of Midlothian meskipun timnya unggul 4-0 pada leg pertama babak kualifikasi Liga Champions. Ia memperingatkan para pemainnya bahwa pertandingan belum berakhir dan Hearts tetap berbahaya.
Dalam laga yang berlangsung di Merkur Arena, Selasa (22/7/2026), Sturm Graz tampil dominan dengan tiga gol di sembilan menit babak kedua. Namun, Ingolitsch menilai statistik menunjukkan Hearts mampu menguasai 67 persen penguasaan bola dan mencatatkan jumlah tembakan tepat sasaran yang sama.
Pernyataan Ingolitsch
“Tidak, pertandingan belum selesai. Ini seperti babak pertama, dan jika kami bisa mencetak empat gol di kandang, Hearts juga bisa melakukannya,” ujar Ingolitsch. “Saya pikir ini duel 50-50, kami memiliki kualitas yang sama. Hearts lebih teknis, kami lebih energik, tetapi pada akhirnya akan menjadi pertarungan yang sangat sulit, terutama di stadion mereka dengan atmosfer seperti itu.”
Pelatih asal Austria itu menambahkan bahwa timnya harus tampil fokus penuh di Tynecastle pada leg kedua. “Kami berharap bisa melewati garis finis di sana,” tegasnya.
Respons Pemain Hearts
Di kubu lawan, bek Hearts Malachi Fagan-Walcott mengakui kekalahan 4-0 memalukan. Pemain berusia 24 tahun yang baru bergabung dari York City itu menyebut seluruh pemain harus bertanggung jawab atas hasil tersebut. “Ini memalukan. Kami harus mengambil pelajaran dan bangkit,” katanya.
Meski tertinggal jauh, Hearts masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri pada leg kedua, Selasa (29/7/2026). Pertandingan akan berlangsung di Tynecastle Park, Edinburgh.














