Media Kampung – UEFA menjatuhkan denda sebesar 55.000 euro kepada CSKA Sofia setelah suporter klub Bulgaria itu melakukan gerakan Nazi dan merusak fasilitas Stadion Brandywell, kandang Derry City, pada laga kualifikasi Liga Europa pekan lalu. Selain denda, CSKA Sofia juga dilarang membawa suporter ke laga tandang berikutnya melawan Qarabag di Azerbaijan, Kamis (23/7/2026).

Insiden terjadi pada leg kedua babak kualifikasi yang dimenangkan CSKA Sofia 2-1 (agregat 5-3). Pertandingan sempat dihentikan selama 14 menit pada babak kedua setelah kerusuhan di tribun. Video yang beredar menunjukkan sejumlah suporter CSKA melakukan gerakan Nazi, yang oleh UEFA dikategorikan sebagai perilaku rasis dan diskriminatif.

Baca juga:

Dalam keputusannya, UEFA menjatuhkan hukuman berupa denda 55.000 euro, dengan rincian 50.000 euro untuk perilaku suporter dan 5.000 euro karena seorang staf CSKA melanggar aturan perilaku. Larangan membawa suporter untuk satu pertandingan tandang berlaku efektif, sementara larangan kedua untuk pertandingan lain digantung dengan masa percobaan dua tahun. CSKA juga diwajibkan mencapai kesepakatan dengan Derry City dalam 30 hari untuk membayar kerusakan kursi stadion.

Derry City juga tidak luput dari sanksi. Klub asal Irlandia Utara itu didenda 20.000 euro karena suporter mereka melakukan invasi lapangan, kerusuhan, dan melempar benda ke lapangan. Namun, UEFA menangguhkan hukuman penutupan sebagian Stadion Brandywell untuk satu laga Eropa dengan masa percobaan dua tahun.

Baca juga:

Dalam pernyataan resmi, Derry City menerima keputusan UEFA dan menekankan komitmen untuk menjaga keamanan stadion. Klub juga mengaku telah mengidentifikasi suporter yang terlibat dan akan menjatuhkan sanksi hingga larangan seumur hidup.

Insiden ini menambah daftar panjang pelanggaran suporter di kompetisi Eropa, di mana UEFA terus memperketat sanksi untuk mencegah perilaku rasis dan kekerasan di stadion.

Baca juga: