Media Kampung – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan alasan di balik keputusan FIFA untuk menggelar turnamen baru bertajuk FIFA Asean Cup. Turnamen ini direncanakan berlangsung pada September hingga Oktober 2026 dan akan menggantikan Piala AFF yang selama ini menjadi ajang sepak bola antarnegara Asia Tenggara.
Menurut Erick, FIFA ingin meningkatkan kualitas kompetisi di kawasan Asia Tenggara dan Asia secara keseluruhan. “Seperti yang kita ketahui, negara Asia bergejolak semua dan kualitasnya masih kalah dengan Eropa dan Afrika. Jadi, itu mengapa FIFA ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi di Asia Tenggara dan Asia,” ujar Erick.
Piala AFF selama ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga turnamen tersebut tidak diakui secara resmi oleh induk organisasi sepak bola dunia. Dengan hadirnya FIFA Asean Cup, ajang ini akan menjadi kompetisi resmi FIFA yang diikuti oleh negara-negara Asia Tenggara dan sejumlah negara tetangga lainnya.
Langkah FIFA ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, FIFA telah menghidupkan kembali FIFA Arab Cup, yang sebelumnya bernama Arab Cup dan terakhir digelar pada 2012. FIFA mengubah nama dan format turnamen tersebut pada 2021, dan kini dijadwalkan bergulir setiap empat tahun sekali. “Sebelumnya, FIFA juga mengenalkan FIFA Arab Cup yang di mana ada negara-negara dari Timur Tengah bertanding dengan Afrika,” jelas Erick.
Erick menambahkan bahwa kehadiran nama FIFA dalam sebuah turnamen membuat semua pihak tertarik untuk berpartisipasi, meskipun biaya yang dibutuhkan cukup besar. “Jadi, kita sabar, kami masih berjuang untuk meyakinkan. Karena memang kalau sudah ada nama FIFA, semuanya mau karena mahalnya,” pungkasnya.
Dengan adanya FIFA Asean Cup, diharapkan kualitas sepak bola di Asia Tenggara dapat meningkat dan mampu bersaing dengan kawasan lain seperti Eropa dan Afrika.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.























Tinggalkan Balasan