Media KampungPBVSI resmi mengumumkan penerapan aturan pembatasan gaji pemain atau salary cap pada kompetisi Proliga 2027. Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan persaingan yang lebih sehat antarklub peserta.

Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, mengungkapkan batasan gaji untuk pemain asing maksimal USD 40 ribu per bulan untuk dua pemain dalam satu tim. Sementara itu, untuk pemain lokal, total gaji 12 pemain dibatasi maksimal Rp 600 juta per tim.

Menurut Imam, aturan ini bertujuan agar setiap klub memiliki peluang setara dalam membangun kekuatan tim. Selama ini perbedaan kemampuan finansial antarklub dinilai menimbulkan ketimpangan persaingan.

PBVSI berharap kebijakan ini mendorong klub lebih disiplin dalam mengelola anggaran. Selain itu, aturan ini diharapkan meningkatkan minat peserta untuk bergabung di Proliga 2027 yang ditargetkan diikuti delapan tim putra dan putri.

Imam menambahkan, muara dari kompetisi yang kompetitif adalah pembentukan tim nasional voli Indonesia yang solid. Oleh karena itu, federasi menyiapkan mekanisme pengawasan ketat, termasuk melibatkan tim internal dan auditor eksternal.

Pengawasan dilakukan sejak proses perekrutan pemain, satu bulan sebelum kompetisi dimulai. PBVSI juga akan menyediakan daftar pemain asing yang dapat dipilih klub, mengadopsi sistem liga voli Korea Selatan.

Untuk pemain asing, PBVSI juga membatasi harga maksimal USD 20 ribu per bulan per pemain. Langkah ini untuk mencegah klub merekrut pemain bintang dengan harga selangit.

Seluruh regulasi ditargetkan berlaku saat Proliga 2027 bergulir pada September 2027. Sebelum itu, PBVSI akan menggulirkan Indonesia Volleyball League sebagai transformasi Livoli Divisi Utama dan Divisi Satu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.