Media Kampung – Persaingan sengit antara tim voli putra Indonesia dan Thailand kembali memanas menjelang AVC Cup 2026 yang akan berlangsung di Ahmedabad, India pada 20-28 Juni 2026. Kedua negara tergabung dalam Grup B bersama Qatar, Korea Selatan, dan Oman, sehingga duel langsung tak terhindarkan sejak babak penyisihan. Thailand datang dengan kekuatan penuh, membawa skuad terbaik yang nyaris identik dengan tim peraih medali emas SEA Games 2025. Di sisi lain, Indonesia masih menyimpan luka kekalahan di final SEA Games 2025 di Bangkok, namun kini bertekad membalaskan dendam dan menunjukkan kebangkitan.

Thailand, di bawah arahan pelatih Park Ki-won, membawa kombinasi pemain berpengalaman dan opsi rotasi kuat di semua lini. Lini serang mereka diisi oleh Anurak Phanram dan Napadet Bhinijdee yang sudah terbukti kualitasnya di level Asia Tenggara. Kedalaman skuad Thailand menjadi ancaman serius bagi Indonesia yang harus mewaspadai setiap pemain lawan, tidak hanya satu atau dua bintang.

Sementara itu, Timnas Voli Putra Indonesia yang ditangani Reidel Toiran membawa 14 pemain ke India. Target yang diberikan Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo, adalah menembus posisi empat besar, lebih baik dari edisi sebelumnya yang hanya berada di peringkat keenam. “Saya sangat berharap mereka bisa meraih hasil lebih baik dari edisi sebelumnya. Saya ingin para pemain menunjukkan sikap pantang menyerah untuk bisa meraih kemenangan di setiap laganya,” ujar Imam saat pelepasan tim di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor.

Indonesia melakukan satu perubahan pemain jelang keberangkatan. Agil Angga Anggara batal memperkuat timnas senior, dan posisinya sebagai outside hitter digantikan oleh pemain muda Fauzan Nibras, yang sebelumnya tampil di AVC Challenge Cup 2024. Dengan masuknya Fauzan, Indonesia kini memiliki tiga pemain di bawah usia 21 tahun, yakni Raihan Rizky Attorif, Fauzan Nibras, dan Muhammad Reyhan. Kehadiran pemain muda ini diharapkan memberikan energi baru dan variasi serangan.

Jadwal pertandingan Indonesia di Grup B cukup padat. Laga pertama melawan Korea Selatan pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 19.30 WIB. Selanjutnya menghadapi Qatar pada Senin, 22 Juni 2026, lalu Thailand pada Selasa, 23 Juni 2026, dan terakhir Oman pada Jumat, 26 Juni 2026. Hanya juara dan runner-up grup yang lolos ke semifinal.

Kapten timnas, Jasen Natanael Kilanta, optimistis menghadapi turnamen ini. Ia menegaskan bahwa persiapan selama dua pekan di Sentul berjalan baik, baik di bawah arahan Reidel Toiran maupun pelatih sebelumnya Sergio Veloso. “Tentu kami ingin mempersembahkan yang terbaik dan meraih hasil maksimal di AVC Men’s Volleyball Cup 2026,” kata Jasen.

Rivalitas Indonesia dan Thailand di voli putra ASEAN memang sudah berlangsung lama. Thailand mematahkan hattrick medali emas Indonesia di SEA Games 2025 dengan kemenangan di final. Kini, di AVC Cup 2026, Indonesia berpeluang membalas kekalahan tersebut dan membuktikan diri sebagai tim terkuat ASEAN. Mimpi buruk Indonesia perlahan menepi, dan Thailand harus membawa harga diri terbaiknya untuk mempertahankan supremasi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.