Media Kampung – 17 April 2026 | Muhammadiyah Siapkan Dai Humanis untuk 3T dan Dakwah Internasional dalam rangka memperluas jangkauan dakwah ke pelosok negeri dan luar negeri. Kegiatan seleksi nasional ini digelar pada 16 April 2026 di Jakarta.

Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengumumkan pembukaan pendaftaran bagi calon dai yang memiliki visi humanis.

Target utama penugasan adalah daerah 3T, yakni wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta misi dakwah internasional ke Thailand.

Seleksi melibatkan tes kompetensi agama, kemampuan komunikasi, serta penilaian kepribadian yang menekankan nilai toleransi dan kepedulian sosial.

Peserta yang lolos diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan Islam secara inklusif dan kontekstual.

Direktur LDK PP Muhammadiyah, Dr. H. Yusuf Hasyim, menyatakan bahwa pendekatan humanis diperlukan untuk menanggapi tantangan zaman.

“Kami ingin dai yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap masyarakat setempat,” ujarnya dalam konferensi pers.

Penempatan dai di wilayah tersebut diharapkan meningkatkan akses pendidikan agama dan pelayanan sosial.

Program ini juga mencakup pelatihan lintas budaya untuk misi ke Thailand, mengingat perbedaan bahasa dan adat istiadat.

Tim pelatihan bekerja sama dengan akademisi UMSU dan praktisi dakwah berpengalaman.

Selama tiga bulan, calon dai akan mengikuti modul tentang teologi Islam, etika dakwah, serta strategi komunikasi multikultural.

Setelah lulus, mereka akan ditempatkan di 12 provinsi dengan konsentrasi tertinggi pada Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

Pembagian wilayah didasarkan pada analisis kebutuhan sosial‑ekonomi dan tingkat akses terhadap fasilitas keagamaan.

Di Thailand, program fokus pada komunitas Muslim di provinsi Pattani, Yala, dan Narathiwat.

Kerjasama dengan lembaga dakwah lokal di Thailand akan memfasilitasi integrasi budaya dan penguatan jaringan keagamaan.

Target jangka pendek adalah menyelesaikan penempatan pertama pada kuartal ketiga 2026.

Evaluasi dampak akan dilakukan melalui survei penerima manfaat dan laporan kinerja tahunan.

Pengukuran keberhasilan mencakup peningkatan partisipasi keagamaan, penurunan angka intoleransi, serta pertumbuhan program sosial berbasis komunitas.

Program ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk menjadi gerakan pembaruan Islam yang progresif.

Visi tersebut menekankan peran aktif umat dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.

LDK PP Muhammadiyah menegaskan komitmen untuk terus memperluas jaringan dai ke daerah yang belum terjangkau.

Pengumuman resmi dipublikasikan melalui portal resmi Muhammadiyah pada 14 April 2026.

Media sosial resmi LDK turut menyebarkan informasi pendaftaran kepada masyarakat luas.

Para calon dai diminta mengirimkan dokumen persyaratan melalui portal online yang telah disediakan.

Dokumen yang diperlukan meliputi fotokopi KTP, ijazah terakhir, dan surat rekomendasi dari institusi terkait.

Setelah verifikasi, peserta akan dijadwalkan mengikuti tes tertulis dan wawancara.

Proses seleksi diharapkan selesai dalam dua minggu setelah tes akhir.

Penerima beasiswa pelatihan akan mendapatkan fasilitas akomodasi, transportasi, dan materi belajar.

Biaya pelatihan sepenuhnya ditanggung oleh Muhammadiyah dan mitra pendukung.

Kemitraan dengan perusahaan sosial menambah sumber daya untuk program ini.

Dengan pendekatan humanis, Muhammadiyah berharap dapat menumbuhkan rasa kebersamaan antarumat beragama.

Strategi ini juga diharapkan memperkuat citra Islam sebagai agama yang damai dan inklusif.

Seluruh kegiatan akan dipantau oleh tim audit internal untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas.

Hasil evaluasi akan dipublikasikan secara terbuka pada situs resmi Muhammadiyah.

Keberhasilan program ini dapat menjadi model bagi organisasi keagamaan lain di Indonesia.

Secara keseluruhan, program LDK PP Muhammadiyah menandai langkah konkret dalam mewujudkan dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.

Dengan fokus pada daerah 3T dan kerja sama internasional, program ini menegaskan komitmen organisasi terhadap kepedulian sosial dan pengembangan spiritual masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.