Media Kampung – Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan timnya telah menemukan cara mengalahkan PSM Makassar menjelang pertandingan pekan ke-28 Super League 2025/2026, menjadikan strategi baru sebagai kunci meraih tiga poin penting.
Menurut pernyataan Lefundes, Borneo FC akan mengandalkan kombinasi serangan balik cepat dan pressing tinggi untuk memecah pertahanan PSM yang dikenal kuat secara fisik. Ia menambahkan, “Kami sudah menelaah rekam jejak PSM, sehingga kami memiliki pola serangan yang dapat memanfaatkan ruang di sisi sayap.”
Data statistik dari Oddspedia menunjukkan peluang imbang 1-1 sebesar 12,8 persen, kemenangan tipis PSM 1-0 sebesar 9,9 persen, dan peluang kemenangan masing-masing tim masing‑masing 37 persen, menandakan pertandingan diprediksi sangat seimbang.
Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menegaskan pentingnya agresivitas dan intensitas dalam permainan, namun mengakui bahwa Borneo FC memiliki taktik yang telah dipelajari dengan baik. “Mereka sudah tahu cara bermain kami, jadi kami harus lebih kreatif,” ujarnya menjelang pertandingan.
Pemain PSM, M Arfan, menyampaikan kesiapan tim untuk memberikan perlawanan keras di kandang. “Kami tidak takut, justru ini memacu semangat kami untuk meraih tiga poin,” kata Arfan, mengingat PSM masih berjuang menghindari zona degradasi.
Dalam pertemuan sebelumnya di Stadion Segiri, Borneo FC berhasil mengalahkan PSM dengan skor 2-1 pada putaran pertama musim ini, menunjukkan kemampuan tim untuk mengatasi tekanan suporter lawan.
Posisi klasemen kini menempatkan Borneo FC di posisi kedua, hanya satu poin di belakang pemuncak Persib Bandung, sementara PSM berada di zona terancam turun. Kemenangan melawan PSM dapat memperkuat peluang Borneo FC menantang gelar juara.
Latihan intensif pada minggu ini difokuskan pada penyelesaian akhir serangan dan penguatan lini tengah. Lefundes menambahkan, “Kami akan menyiapkan skenario set‑piece yang variatif untuk mengantisipasi pertahanan PSM yang solid.”
Setelah laga, para pengamat menilai strategi baru Borneo FC dapat menjadi faktor penentu, sementara PSM harus menyesuaikan taktik untuk menahan serangan balik yang diprediksi lebih agresif.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan