Media Kampung – Borneo FC mengakhiri musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan besar 7-1 atas Malut United pada laga penutup yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Meski meraih kemenangan telak, Borneo FC harus puas menempati posisi runner-up karena kalah head to head dari Persib Bandung yang keluar sebagai juara.
Sejak awal pertandingan, Borneo FC langsung tampil agresif. Mariano Peralta dari Argentina membuka keunggulan pada menit ketujuh dengan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi kiper Malut United, M. Ridwan. Empat menit kemudian, Peralta menggandakan skor, membawa Pesut Etam unggul 2-0.
Juan Villa kemudian memanfaatkan kesalahan pertahanan Malut United untuk menambah keunggulan menjadi 3-0. Tak lama berselang, Koldo Obieta juga mencetak gol pertama setelah menerima umpan terukur dari Peralta, menjadikan skor 4-0 pada menit ke-28.
Memasuki babak kedua, Borneo FC terus menekan dan Koldo Obieta melengkapi brace-nya dengan gol pada menit ke-57, memperbesar jarak menjadi 5-0. Malut United baru bisa memperkecil ketertinggalan lewat aksi individu Frets Butuan pada menit ke-78, yang menjadi satu-satunya gol balasan untuk tim tamu.
Gol tambahan dari Borneo FC melengkapi pesta gol menjadi 7-1, meski rincian dua gol terakhir tidak disebutkan secara spesifik. Kemenangan ini sekaligus menjadi kekalahan terbesar yang dialami Malut United sepanjang kompetisi.
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui bahwa timnya menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kehilangan banyak pemain inti akibat cedera dan akumulasi kartu. Ia menyatakan bahwa hasil ini menjadi pelajaran berharga dan optimistis manajemen klub akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa di masa mendatang.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan apresiasi atas perjuangan Borneo FC yang mampu menutup musim dengan kemenangan impresif tersebut. Sementara Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menilai bahwa meski gagal menjadi juara, Borneo FC sudah menunjukkan performa yang patut diapresiasi dengan koleksi poin yang sama dengan Persib Bandung.
Malut United sendiri menutup musim di peringkat keenam klasemen dengan 53 poin, hasil dari 15 kemenangan, delapan hasil imbang, dan 11 kekalahan. Tim ini juga menunjukkan peningkatan produktivitas gol dengan total 68 gol sepanjang kompetisi, menjadi tim kedua dengan jumlah gol terbanyak setelah Borneo FC yang mencetak 74 gol.
Meski gagal meraih gelar juara musim ini, Borneo FC menutup kompetisi dengan catatan positif dan menjadi tim tersubur di liga. Sedangkan Malut United memetik banyak pengalaman dari perjalanan musim ini dan diharapkan bisa bangkit di musim berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan