Media Kampung – Menjelang Wimbledon 2026, petenis muda Rusia Mirra Andreeva memuncaki klasemen WTA Race dengan 4.929 poin. Posisinya diikuti oleh Aryna Sabalenka (4.705 poin) dan Elena Rybakina (4.497 poin). Ketiganya diprediksi akan menjadi unggulan utama di ajang Grand Slam yang dimulai pada 24 Juni 2026.
WTA Race merupakan akumulasi poin sepanjang tahun kalender 2026, berbeda dengan peringkat dunia yang mencakup 52 pekan terakhir. Andreeva, yang baru berusia 19 tahun, berhasil mempertahankan posisi teratas meskipun belum bertanding di lapangan rumput musim ini.
Pencapaian Andreeva tidak lepas dari peran Conchita Martinez, pelatihnya, yang sejak awal menekankan pentingnya dukungan psikologis. Martinez mengungkapkan bahwa Andreeva sempat menunjukkan kecemasan berlebihan, sehingga mereka memutuskan untuk bekerja sama dengan seorang psikolog. “Saya melihat banyak kecemasan dalam dirinya,” ujar Martinez. “Psikolog telah mendampinginya selama sekitar satu setengah tahun. Kami bekerja sangat erat.”
Di sisi lain, juara bertahan Wimbledon Iga Swiatek justru terpuruk di peringkat ke-11 WTA Race dengan 1.824 poin. Swiatek belum meraih satu pun gelar sepanjang 2026 dan mengakui sedang dalam masa sulit. “Perubahan tidak akan membawa hasil instan. Saya berusaha percaya bahwa saya berada di jalur yang benar,” katanya kepada WP SportoweFakty.
Sementara itu, persaingan menuju WTA Finals Riyadh semakin ketat. Cedera Victoria Mboko (peringkat 9) membuka peluang bagi petenis lain seperti Sorana Cirstea (10) dan Linda Noskova (12) untuk merebut tiket ke Arab Saudi. Wimbledon akan menjadi ajang krusial bagi para kontestan untuk mengamankan posisi delapan besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan