Media Kampung, Jakarta – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia menerima kunjungan Forum Komunikasi Rakyat Pati di Gedung DPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 24 Agustus 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat Pati yang selama ini merasa resah akibat pemberitaan negatif dan polarisasi sosial yang terjadi di daerah mereka.
Dialog ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang didampingi Wakil Ketua DPR Sari Yuliati serta Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade. Pertemuan dimulai pada pukul 10.15 WIB dengan kehadiran sekitar belasan perwakilan dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam forum tersebut.
Keluhan Masyarakat Pati
Salah satu perwakilan dari GP ANSOR membuka sesi dengan menyampaikan keresahan masyarakat Pati yang terjadi sejak Agustus 2025. Ia menyoroti adanya polarisasi dan pemberitaan negatif yang memicu kegelisahan di kalangan warga. Menurutnya, masyarakat Pati sejatinya adalah komunitas yang cinta damai dan ramah, namun kondisi tersebut terganggu oleh berita yang kurang menyenangkan.
“Masyarakat Pati sangat resah dengan pemberitaan-pemberitaan yang selalu negatif. Sebenarnya, masyarakat Pati adalah masyarakat yang ramah dan mencintai kedamaian,” ujarnya.
Respon Pimpinan DPR
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyambut baik kehadiran Forum Komunikasi Rakyat Pati dan memastikan pihaknya akan mendengarkan serta mengawal semua aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa DPR akan menjadi mediator yang mendorong tindak lanjut dari pemerintah atas keluhan masyarakat.
“Kami berterima kasih dan menyambut baik Forum Komunikasi Rakyat Pati yang telah meluangkan waktu berdialog dengan kami hari ini. Aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan dampingi agar segera mendapat perhatian dari pemerintah melalui DPR,” kata Cucun.
Konteks dan Signifikansi
Penerimaan aspirasi ini merupakan bagian dari fungsi DPR sebagai wakil rakyat yang bertugas menyerap dan menyalurkan suara masyarakat kepada pemerintah. Dalam konteks Pati, dialog ini penting untuk meredam keresahan sosial sekaligus memperbaiki citra masyarakat di tengah pemberitaan yang dinilai kurang menggambarkan kondisi sesungguhnya.
Hingga berita ini ditulis, agenda dialog masih berlangsung dan diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dijalankan oleh pemerintah untuk menanggapi aspirasi rakyat Pati secara efektif.














Tinggalkan Balasan