Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memaparkan berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemprov DKI untuk mendorong Jakarta menjadi kota global. Dalam paparannya bertajuk “Jakarta Global City” di Jakarta Selatan, Kamis (18/6), Pramono menyoroti penguatan transportasi publik, pemanfaatan teknologi digital, hingga penerapan kecerdasan buatan (AI) sebagai pilar utama transformasi ibu kota.
Salah satu indikator kemajuan Jakarta menuju kota global adalah sistem transportasi publik yang semakin terintegrasi dengan wilayah penyangga. Pramono mencontohkan keberhasilan rute Trans Jabodetabek yang kini melayani sekitar 3,5 hingga 4 juta komuter setiap hari. Rute Blok M–Bogor, misalnya, yang awalnya ditargetkan 2.000 penumpang per hari, kini telah mencapai lebih dari 8.000 penumpang per hari. Peningkatan ini mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta mencapai 93 persen, dan jumlah pengguna transportasi publik terus meningkat mendekati 30 persen, dari sebelumnya kurang dari 22 persen. Pengakuan internasional juga datang: Jakarta menempati posisi kedua di ASEAN dalam sektor transportasi publik, hanya di bawah Singapura.
Selain transportasi, Pramono menekankan pentingnya teknologi dan AI dalam tata kelola kota modern. Pemprov DKI telah menerapkan intelligent traffic control system yang memanfaatkan CCTV dan teknologi digital untuk mengatur lalu lintas serta memantau kondisi kota secara real time. Bahkan, gedung bertingkat empat atau lebih diwajibkan berbagi akses CCTV dengan Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya, yang akan menghasilkan puluhan ribu CCTV terintegrasi. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI) juga menjadi andalan warga untuk mengakses layanan publik dan melaporkan masalah. Di sisi lain, sistem geospasial terintegrasi Jakarta Satu mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
Pramono juga mengungkapkan peningkatan posisi Jakarta dalam indeks kota global. Saat awal menjabat, Jakarta berada di peringkat 74, dan kini naik ke peringkat 51. Target tahun ini adalah mencapai peringkat 60-an. Untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota global terkemuka, Pemprov DKI mempercepat proyek strategis seperti penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said, pengembangan akses menuju Jakarta International Stadium (JIS), dan pembangunan MRT fase lanjutan melalui kolaborasi dengan swasta. Pramono menegaskan bahwa membangun kota global tidak hanya soal fisik, tetapi juga penguatan sistem pemerintahan, kepercayaan publik, dan pengembangan talenta muda yang memahami persoalan bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan