Media Kampung – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) sebagai sektor strategis dalam pembangunan daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang berdaya saing.
Kepala Pusat Data dan Informasi DPPKUKM DKI Jakarta, Aditya Pratama Yudha Saputra, mengungkapkan bahwa Jakarta tengah memasuki fase perubahan signifikan. Perubahan ini seiring dengan penguatan peran Jakarta sebagai pusat bisnis dan investasi, bukan lagi sekadar pusat pemerintahan nasional.
“Jakarta sedang bergerak dari capital city menjadi global business city. Perubahan ini bukan sekadar perubahan identitas, tetapi perubahan strategi pembangunan kota,” ujar Aditya dalam acara INAMICE 2026 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Aditya, visi Jakarta ke depan adalah menjadi kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan inklusif. Industri MICE memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi tersebut. Ia menegaskan bahwa MICE bukan hanya soal penyelenggaraan acara, melainkan juga instrumen yang mempertemukan investasi, pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi internasional.
Kegiatan konferensi dan pameran dinilai mampu menghadirkan peluang ekonomi baru, sekaligus membuka akses investasi dan kemitraan jangka panjang. Jakarta sendiri memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk mendukung pengembangan sektor ini. Pada triwulan pertama 2026, Jakarta menyumbang 15,76 persen realisasi investasi nasional.
Aditya optimistis industri MICE dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta. Sektor ini juga diyakini mampu memperkuat posisi Jakarta di tingkat regional maupun global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan