Media Kampung, Jakarta – Penemuan 995 pucuk senjata api jenis airsoft gun di ruang kerja eks Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memicu perhatian publik dan penyelidikan kepolisian. Melalui kuasa hukumnya, Alhadid Endar Putra, eks Ketua Yayasan berinisial IWD menegaskan bahwa seluruh senjata tersebut memiliki izin resmi dan merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin yang disimpan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Alhadid menjelaskan bahwa surat izin penggunaan senjata airsoft gun tersebut diterbitkan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan nomor SI/5483-XII/2008. Ratusan senjata api itu berada di sekolah sejak lama sebagai persiapan kegiatan menembak dan panahan yang telah diketahui oleh pembina yayasan sejak 2021.

Baca juga:

Temuan senjata ini bermula pada 10-11 Juli 2026 ketika staf ahli ketua pembina yayasan membuka ruangan yang sebelumnya ditempati IWD. Selain senjata airsoft gun, polisi juga menemukan senjata api kaliber 12/70, amunisi, narkoba, dan 25 CD berisi konten pornografi di beberapa ruangan yang kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, kuasa hukum IWD membantah kepemilikan narkoba dan CD porno tersebut, menyatakan bahwa temuan tersebut muncul setelah IWD dinonaktifkan sebagai ketua yayasan sejak 18 April 2026 dan ruangan-ruangan yang digeledah bukan lagi ruangannya.

Pihak yayasan yang kini dikuasai oleh seseorang berinisial N sempat meminta senjata api untuk dipindahkan. Namun, sejak akhir Juli 2026, IWD dan timnya tidak lagi diperbolehkan memasuki area sekolah. Lebih lanjut, Alhadid mengatakan sebagian besar barang di ruangan tersebut adalah suku cadang senjata dan senjata yang sudah tidak dapat digunakan.

Baca juga:

Kasus ini tengah diselidiki oleh Polres Metro Jakarta Selatan di tengah sengketa dualisme kepengurusan yayasan. Penemuan barang-barang tersebut menambah kompleksitas masalah yang melibatkan pengelolaan yayasan dan keamanan sekolah.

Di sisi lain, pemerintah memastikan tidak ada pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) terkait isu yang beredar. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Komisi III DPR secara tegas membantah adanya surat presiden (surpres) pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan isu yang tidak berdasar.

Baca juga:

Sementara itu, di tingkat internasional, Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika Kepolisian Diraja Malaysia, Datuk Hussein Omar Khan, mengapresiasi metode Polri dalam mengungkap kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan pilot asal Malaysia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. PDRM bahkan mempelajari pendekatan Polri untuk memperkuat pengamanan dan penanganan kasus narkotika di negaranya.

Kasus ini menunjukkan dinamika keamanan dan pengawasan di institusi pendidikan serta kerja sama internasional dalam pemberantasan kejahatan lintas negara. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap fakta lengkap dan memberikan kejelasan atas temuan-temuan tersebut.