Media Kampung – Pemerintah melalui Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan akan mengkaji wacana Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng kantin sekolah untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wacana ini muncul sebagai salah satu alternatif skema penyediaan makanan bagi siswa, terutama di daerah yang tidak memungkinkan pembangunan dapur baru atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Prasetyo mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan kantin sekolah. Namun, ide tersebut menjadi bagian dari diskusi internal BGN yang tengah mencari pola pelaksanaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Menurut Prasetyo, pemerintah menyadari bahwa program MBG tidak bisa diterapkan dengan satu pola seragam di seluruh Indonesia. Faktor geografis, jumlah penerima manfaat, dan ketersediaan infrastruktur menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan skema di lapangan.
“Oleh karena itulah dalam rangka perbaikan, dimintalah teman-teman BGN untuk memikirkan skema-skema yang mungkin bisa dilakukan, yang bisa jadi berbeda dengan skema di tempat-tempat yang ideal,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6).
Salah satu usulan yang mengemuka adalah melibatkan kantin sekolah yang sudah beroperasi. Skema ini dinilai dapat menjadi alternatif, terutama di wilayah yang tidak memungkinkan pembangunan SPPG atau dapur baru. Prasetyo menegaskan bahwa semua opsi masih dalam tahap pengkajian oleh pimpinan BGN yang baru.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan