Media Kampung – 18 April 2026 | Muhammadiyah meluncurkan proyek pembangunan pabrik infus berbasis teknologi Italia untuk memperkuat industri kesehatan nasional.

Proyek diumumkan oleh Ketua Pimpinan Pusat, Muhadjir Effendy, pada 18 April 2026 di Kantor Pimpinan Wilayah Jawa Timur, Surabaya.

Pabrik tersebut direncanakan memiliki kapasitas produksi tahunan mencapai 2 juta set infus steril, yang dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit pemerintah dan swasta.

Investasi awal diperkirakan mencapai Rp 250 miliar, dengan sumber dana berasal dari dana internal Muhammadiyah serta kemitraan strategis dengan perusahaan Italia.

Kerjasama teknis melibatkan perusahaan Italia yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam manufaktur peralatan medis kritis.

Tim teknik Muhammadiyah telah melakukan audit kualitas pada lini produksi yang akan diadopsi, memastikan kepatuhan pada standar ISO 13485.

Proses pembangunan diperkirakan memakan waktu 18 bulan, dengan tahap pertama mencakup instalasi peralatan otomatisasi dan ruang bersih kelas A.

Pabrik akan berlokasi di Kawasan Industri Surabaya Barat, yang strategis dekat pelabuhan Tanjung Perak untuk memudahkan ekspor dan impor bahan baku.

Selain menghasilkan infus, pabrik juga akan menyediakan layanan penelitian dan pengembangan untuk produk medis lainnya.

Muhadjir menekankan bahwa proyek ini sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk meningkatkan kemandirian bidang kesehatan di Indonesia.

Ia menambahkan, “Dengan mengadopsi teknologi unggulan Italia, kami berkomitmen menyediakan produk medis yang aman, terjangkau, dan berstandar internasional.”

Proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Kesehatan, yang menyatakan pentingnya memperkuat rantai pasokan dalam negeri.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa impor infus mencapai 70% dari total kebutuhan nasional, menandakan peluang signifikan bagi produksi dalam negeri.

Pembangunan pabrik diharapkan menciptakan sekitar 500 lapangan kerja langsung, serta menstimulasi industri pendukung seperti bahan kimia dan logistik.

Muhammadiyah juga berencana membuka program beasiswa teknik biomedis untuk mahasiswa lokal yang akan bekerja di pabrik.

Pada bulan Juni 2026, tim proyek akan mengadakan ground breaking ceremony yang melibatkan perwakilan pemerintah daerah dan mitra Italia.

Kondisi terbaru menunjukkan bahwa perizinan lingkungan telah disetujui, sehingga konstruksi dapat dimulai pada kuartal ketiga 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.