<p Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, DPRD dan Polrestabes Surabaya meningkatkan koordinasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Surabaya. Sinergi ini menjadi langkah strategis mengantisipasi dinamika sosial dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Media Kampung

Dalam pertemuan tertutup yang melibatkan pimpinan DPRD Surabaya dan jajaran Polrestabes, dibahas sejumlah isu penting seperti perlindungan anak di era digital, penertiban parkir liar, dan keamanan lalu lintas. Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin, menyoroti tantangan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi digital yang rentan terhadap kekerasan siber dan eksploitasi anak-anak serta remaja.

Selain itu, pertemuan tersebut juga menyoroti keresahan warga terkait maraknya pelanggaran lalu lintas, termasuk balap liar dan praktik parkir liar yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan di sejumlah titik kota. Masalah parkir liar dianggap berpotensi menyebabkan kemacetan dan pungutan liar yang merugikan masyarakat.

Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, menyatakan kesiapan pihak kepolisian untuk bekerja sama dengan pemerintah kota dalam melakukan penertiban. Polisi akan melakukan pemetaan titik rawan pelanggaran dan memperketat pengawasan di lapangan guna menciptakan suasana yang tertib dan aman.

Sinergi yang diperkuat antara DPRD dan Polrestabes ini dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks. Penanganan masalah keamanan tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga melibatkan pengelolaan ruang publik dan perlindungan kelompok masyarakat yang rentan.

Dengan koordinasi lintas lembaga yang semakin intens, diharapkan Surabaya dapat berkembang tidak hanya sebagai kota metropolitan maju, tetapi juga tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.