Media Kampung – Bungie mengonfirmasi bahwa mereka tidak segera memulai pengembangan Destiny 3 dan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg. Langkah ini muncul setelah Bungie mengumumkan bahwa Destiny 2 tidak akan menerima pembaruan konten layanan langsung lagi.
Berita ini sekaligus mengonfirmasi adanya rencana PHK di perusahaan tersebut. Pada tahun 2024, Bungie memang sudah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 200 karyawan setelah membatalkan proyek spin-off Destiny yang bernama Payback. Mantan CEO Bungie, Pete Parsons, menyampaikan bahwa tim pengembang terlalu terbagi untuk mengerjakan berbagai proyek inkubasi sekaligus.
Meski demikian, Bungie tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan Destiny 3 atau game baru di dalam semesta Destiny di masa depan. Namun, berdasarkan laporan Bloomberg, fokus saat ini lebih diarahkan untuk mengembangkan game baru bertajuk Marathon. Game ini sudah diluncurkan dan mendapat respons positif dari segi kualitas, walaupun penjualan masih belum memenuhi target Bungie dan Sony.
Untuk menarik lebih banyak pemain, Bungie berencana menambahkan mode PvE yang lebih santai di Marathon agar dapat menggaet penggemar dari game sejenis seperti Arc Raiders. Pernyataan resmi Bungie menyebutkan bahwa mereka akan memulai proses inkubasi untuk game selanjutnya setelah penutupan era Destiny 2.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Bungie tengah melakukan restrukturisasi dan fokus untuk menyusun rencana pengembangan produk baru yang lebih matang. Tim media juga telah menghubungi Bungie untuk memperoleh komentar resmi terkait rencana mereka pasca Destiny 2, namun belum ada pernyataan tambahan yang dirilis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan