Media Kampung – Dinas Kesehatan Provinsi Aceh optimistis kolaborasi lintas sektor dapat menurunkan angka zero dose imunisasi di wilayah tersebut. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ferdiyus menekankan pentingnya dukungan dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai imunisasi.
Dalam acara media briefing yang berlangsung di Banda Aceh, Ferdiyus menjelaskan bahwa semua kabupaten dan kota di Aceh memiliki organisasi keagamaan yang berperan dalam sosialisasi imunisasi. Dia berharap kerja sama ini dapat mengurangi angka zero dose imunisasi secara bertahap di seluruh wilayah.
“Dengan dukungan organisasi berbasis keagamaan, kita berharap dapat bekerja sama secara masif. Tujuannya adalah untuk mengurangi angka zero dose yang masih tinggi di Provinsi Aceh,” ujarnya.
Ferdiyus juga menegaskan pentingnya koordinasi antar kabupaten dan kota dalam pelaksanaan program imunisasi di tahun mendatang. Partisipasi aktif dari bupati dan wali kota diharapkan dapat memperlancar proses tersebut.
“Mudah-mudahan di tahun 2026, kita bisa berkolaborasi di seluruh kabupaten dan kota. Kepemimpinan yang aktif sangat berpengaruh terhadap pergerakan program imunisasi,” tambahnya.
Target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan adalah mencapai minimal 95 persen cakupan imunisasi tahunan melalui dukungan tenaga kesehatan yang tersebar di 366 puskesmas di Aceh. Namun, tantangan yang dihadapi adalah adanya penolakan terhadap imunisasi akibat informasi negatif yang beredar di media sosial.
“Masyarakat sekarang cenderung lebih mempercayai informasi dari media sosial daripada penjelasan dari orang tua atau petugas kesehatan,” ungkap Ferdiyus. Dia menambahkan bahwa informasi mengenai efek samping vaksin sering kali disalahpahami dan menyebabkan ketakutan di kalangan orang tua.
Dokter Aslinar, seorang influencer kesehatan, juga menekankan perlunya memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan edukasi tentang imunisasi. Dia mengingatkan bahwa informasi yang tidak berimbang mengenai efek samping vaksin dapat menimbulkan ketakutan yang tidak perlu bagi masyarakat.
“Pemberitaan tentang komplikasi imunisasi sering kali lebih cepat tersebar dibandingkan klarifikasi dari hasil investigasi. Kita perlu memastikan informasi yang disampaikan berimbang agar masyarakat tidak takut untuk melakukan imunisasi,” kata Aslinar.
Dia juga menyarankan agar tenaga kesehatan memanfaatkan fitur tanya jawab di media sosial untuk membantu menjawab pertanyaan masyarakat dan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya imunisasi.
Dengan berbagai langkah yang diambil, Dinas Kesehatan Aceh berharap dapat menekan angka zero dose imunisasi dan meningkatkan kesehatan anak-anak di daerah tersebut. Kerja sama lintas sektor diharapkan menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target imunisasi yang diinginkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan