Media Kampung, Sirkuit Spa-Francorchamps di Belgia telah lama dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Formula 1. Kecepatan tinggi, tikungan ikonik seperti Eau Rouge, dan cuaca yang kerap berubah-ubah sering kali memicu insiden spektakuler. Berikut lima momen tabrakan paling dramatis yang terjadi di F1 Belgia dalam beberapa tahun terakhir.
Nigel Mansell vs Ayrton Senna (1987)
Pada putaran ketiga Grand Prix Belgia 1987, Nigel Mansell (Williams Honda) yang start dari posisi terdepan berusaha mempertahankan posisinya dari Ayrton Senna (Lotus Honda). Namun, saat memasuki tikungan, Mansell mencoba menyalip dari sisi luar dan bersenggolan dengan Senna. Keduanya berputar keluar lintasan. Senna langsung tersingkir, sementara Mansell kembali ke pit namun akhirnya mundur karena kerusakan mobil. Insiden ini memicu perkelahian singkat di area pit karena kedua pembalap saling menyalahkan.
Mika Hakkinen vs Michael Schumacher (1998)
Balapan 1998 diwarnai tabrakan besar saat hujan deras mengguyur lintasan. Mika Hakkinen (McLaren) memimpin dari posisi pole, namun rekan setimnya David Coulthard justru menabrak dinding dan memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan 13 mobil. Saat start ulang, Michael Schumacher (Ferrari) memimpin, tetapi kemudian menabrak Coulthard yang melambat karena perintah tim. Schumacher kehilangan roda depan dan sayap belakang, dan ia dengan marah mendatangi garasi McLaren setelah balapan.
Lewis Hamilton vs Kimi Raikkonen (2008)
Grand Prix Belgia 2008 menyajikan duel sengit antara Lewis Hamilton (McLaren) dan Kimi Raikkonen (Ferrari) dalam kondisi basah. Hamilton sempat memotong tikungan untuk menghindari tabrakan dan mengembalikan posisi kepada Raikkonen. Namun, setelah berhasil menyalip kembali, Raikkonen kehilangan kendali dan menabrak pembatas. Hamilton pun memenangi balapan, tetapi kemudian mendapat penalti 25 detik karena dianggap memotong tikungan dan mendapatkan keuntungan, sehingga kemenangan diberikan kepada Felipe Massa.
Mark Webber vs Fernando Alonso (2011)
Pada lap pertama F1 Belgia 2011, Mark Webber (Red Bull Racing) mengalami masalah anti-stall dan jatuh ke posisi belakang. Ia kemudian bangkit dan mengejar Fernando Alonso (Ferrari). Dengan kecepatan lebih tinggi, Webber berani menyalip Alonso di tikungan Eau Rouge yang terkenal berbahaya. Manuver agresif itu berhasil dan Webber finis di posisi kedua, sementara Alonso harus puas di posisi keempat.
Romain Grosjean (2012)
Start Grand Prix Belgia 2012 menjadi mimpi buruk setelah Romain Grosjean (Lotus) memaksa Lewis Hamilton menabrak dinding. Kontak roda memicu efek domino: Grosjean menabrak bagian belakang Sergio Perez dan terlempar ke udara, lalu menghantam Fernando Alonso dengan keras. Hamilton juga menabrak Kamui Kobayashi. Insiden ini menyebabkan Grosjean mendapat larangan satu balapan dan denda finansial besar.























Tinggalkan Balasan