Media Kampung – Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, melakukan perubahan taktik menjelang laga final Liga Champions 2025/2026 melawan Arsenal yang akan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5) malam WIB. Langkah ini diambil untuk menghadapi tantangan dari Arsenal yang tengah memburu gelar Liga Champions pertamanya.

PSG merupakan juara bertahan dan diunggulkan berkat materi pemain berkualitas dan pengalaman di kompetisi tingkat tertinggi Eropa. Namun, Arsenal yang baru saja menjuarai Liga Inggris setelah 22 tahun, mendapat dukungan dari legenda klub seperti Paul Merson dan Graham Stack yang percaya The Gunners mampu mengalahkan PSG dengan strategi tepat.

Paul Merson menilai pertandingan akan berlangsung ketat dan kunci kemenangan adalah gol pertama. Ia memperkirakan PSG akan bermain hati-hati untuk menghindari kebobolan terlebih dahulu, yang akan menguntungkan Arsenal dalam mengatur permainan defensif dan melakukan serangan balik.

Sementara itu, Graham Stack menyoroti kelemahan PSG yang terletak pada penjaga gawang Matyev Safonov yang dinilai rentan terutama dalam situasi bola mati dan tekanan di dalam kotak penalti. Arsenal diharapkan memanfaatkan peluang ini dengan memberikan tekanan berat pada Safonov agar dapat membuka peluang gol.

Di sisi lain, Luis Enrique yang membawa PSG meraih gelar Liga Champions musim lalu dengan kemenangan spektakuler 5-0 atas Inter Milan, menegaskan bahwa timnya siap mempertahankan gelar. Winger Khvicha Kvaratskhelia menyatakan keyakinan PSG untuk kembali juara dengan mengandalkan gaya permainan mereka yang terbukti efektif melaju ke final.

Dengan pengalaman, kekuatan skuad, dan perubahan taktik yang disiapkan Luis Enrique, final Liga Champions ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara dua tim juara domestik yang sama-sama berambisi meraih gelar juara Eropa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.