Media Kampung – 12 April 2026 | Como 1907, yang dimiliki oleh Djarum Group, menduduki posisi keempat klasemen Serie A setelah 31 pekan dengan 58 poin, satu poin di atas Juventus, dan berada di zona Liga Champions meski baru promosi musim lalu.

Presiden klub, Mirwan Suwarso, menjelaskan keberhasilan tim tidak lepas dari adopsi filosofi Bayern München “Mia san Mia” yang menekankan identitas kuat dan kepercayaan diri.

Ia menegaskan bahwa filosofi tersebut diterapkan dalam setiap aspek, mulai dari pola latihan hingga mental pemain, sehingga Como mampu bersaing dengan klub bersejarah.

Pada awal musim, target resmi klub adalah finis di peringkat ketujuh, tiga posisi lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya; namun hasil akhir melampaui ekspektasi dengan peluang masuk Liga Champions.

“Kami bahagia karena posisi kami jauh melampaui harapan awal,” ujar Mirwan dalam wawancara dengan La Provincia, menambahkan bahwa “Mia san Mia” memberikan kerangka mental yang konsisten.

Pelatih Cesc Fabregas, mantan bintang Barcelona, mengakui bahwa adaptasi filosofi Bayern membantu membentuk budaya kerja keras, meski tim masih dalam fase pembangunan.

Fabregas menekankan pentingnya keberanian menyerang menjelang laga melawan Inter Milan, pemuncak klasemen, yang dijadwalkan pada 12 April 2026 di Stadio Giuseppe Sinigaglia.

Sebelumnya, Como kalah 0-4 dari Inter di San Siro pada pertemuan pertama, pengalaman yang menjadi pelajaran bagi pemain untuk meningkatkan intensitas dan ketajaman di lini serang.

Mirwan menambahkan bahwa tim belajar dari kekalahan tersebut dan menyesuaikan taktik, memanfaatkan kecepatan sayap dan transisi cepat, selaras dengan prinsip “kami adalah kami” yang menolak keraguan.

Statistik menunjukkan Como telah mencatat 58 poin dari 31 pertandingan, dengan 17 kemenangan, 7 seri, dan 7 kekalahan, mengungguli Juventus yang berada di posisi kelima dengan 57 poin.

Dukungan finansial Djarum Group memungkinkan investasi pada fasilitas pelatihan modern dan perekrutan pemain muda Indonesia, memperkuat identitas klub sekaligus menambah kedalaman skuad.

Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, Mirwan menutup pernyataannya bahwa klub tetap fokus pada konsistensi, menargetkan poin maksimal untuk memastikan tempat di zona Liga Champions dan menyiapkan diri bagi kompetisi Eropa.

Secara keseluruhan, penerapan filosofi Bayern München telah menjadi pendorong utama bagi Como 1907 untuk menembus posisi tak wajar di klasemen Serie A, menegaskan ambisi klub untuk terus bersaing di level tertinggi.

Analisis ahli sepak bola menganggap keberhasilan Como sebagai contoh bagaimana nilai budaya klub dapat memengaruhi performa di lapangan, memberi pelajaran bagi tim lain yang tengah merancang strategi jangka panjang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.