Media Kampung – Kue Apem khas Sumenep masih menjadi primadona di tengah masyarakat. Jajanan tradisional yang satu ini memiliki tekstur lembut dan rasa manis yang khas. Tak heran jika kue apem kerap hadir dalam berbagai acara, mulai dari hajatan keluarga hingga kegiatan keagamaan di Kabupaten Sumenep.
Proses pembuatan kue apem mengandalkan campuran tepung beras, santan, gula, dan ragi. Adonan difermentasi hingga mengembang, lalu dimasak menggunakan cetakan khusus. Metode tradisional yang dipertahankan inilah yang membuat cita rasanya autentik dan disukai banyak orang.
Untuk menikmati kelezatan maksimal, kue apem biasanya disajikan dalam keadaan hangat. Teksturnya yang lembut berpadu sempurna dengan secangkir teh hangat atau kopi. Sebagian pembuat kue juga menambahkan taburan kelapa parut di atasnya, memberikan sensasi gurih yang memperkaya rasa manis alami apem.
“Kue apem masih banyak dicari masyarakat karena rasanya yang khas dan menjadi bagian dari tradisi yang tetap dijaga hingga saat ini,” ujar Sahari, seorang penikmat kue tradisional di Sumenep, Kamis (18/6/2026).
Permintaan kue apem cenderung meningkat pada momen-momen istimewa, seperti peringatan hari besar keagamaan dan acara syukuran. Para pelaku usaha kuliner di Sumenep pun terus melestarikan resep turun-temurun agar warisan budaya ini tetap eksis. Dengan begitu, Kue Apem khas Sumenep diharapkan tetap menjadi salah satu warisan kuliner daerah yang dikenal dan dicintai masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan