Media Kampung – Rajasthan Anti-Terrorism Squad (ATS) menangkap seorang perempuan berusia 37 tahun di Jaipur yang diduga menjadi sel tidur jaringan teroris Jaish-e-Mohammed (JeM) berbasis di Pakistan. Babita Dhakad, yang juga dikenal dengan nama samaran Khadija, kini menjadi pusat penyelidikan terkait aktivitas radikalisasi online dan komunikasi dengan anggota organisasi terlarang.
Dhakad ditangkap di Jaipur pada akhir Juni 2026 dan langsung dijerat dengan Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Melawan Hukum (UAPA). Pengadilan kemudian menetapkan masa penahanan ATS hingga 27 Juni untuk pendalaman kasus. Investigasi awal mengungkap bahwa Dhakad memiliki kontak digital dengan kelompok teroris yang sudah dilarang, termasuk JeM.
Kepala Polisi ATS Rajasthan Manish Tripathi menyatakan, “Penyelidikan awal mengungkap kontak digitalnya dengan organisasi teroris terlarang. Hubungannya dengan Jaish-e-Mohammed juga muncul. Investigasi terus berlangsung di berbagai tingkat untuk memastikan sifat dan luasnya koneksi tersebut.”
Penyidik menduga Dhakad menjalani proses radikalisasi secara daring. Mereka tengah menyelidiki apakah nama samaran Khadija terkait dengan penugasan tertentu atau merupakan bagian dari adopsi identitas keagamaan baru akibat radikalisasi. Analisis forensik terhadap ponselnya menemukan dua kartu SIM, akun media sosial yang terhubung dengan profil di luar negeri, serta komunikasi WhatsApp dengan beberapa kontak di Pakistan.
Selain itu, aparat juga memeriksa kemungkinan bahwa Dhakad membagikan informasi yang dapat merugikan kepentingan strategis India. Namun, sebagian besar data di perangkatnya telah dihapus sebelum penangkapan, sehingga tim forensik digital berupaya memulihkan informasi yang hilang. ATS belum menutup kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan aparat keamanan terhadap upaya radikalisasi online dan rekrutmen teroris lintas batas. Kasus Babita Dhakad menjadi pengingat akan ancaman sel tidur yang memanfaatkan teknologi digital untuk berkomunikasi dengan kelompok teroris di luar negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan