Media Kampung – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik. Melalui unggahan di Instagram, ia mengumumkan bahwa kliennya, Dato’ Sri Tahir, pemilik Mayapada Group, telah menitipkan dana sebesar Rp500 juta untuk disalurkan kepada Yuvita Tri Rezeki, korban penyekapan dan penganiayaan berat yang viral beberapa waktu lalu. Hotman Paris saat ini tengah menjalani pemeriksaan medis di Singapura akibat gangguan tulang belakang, sehingga penyerahan donasi kepada Yuvita di Bandung harus menunggu hingga ia kembali ke Indonesia.
Dalam video yang diunggah, Hotman Paris terlihat menggunakan tongkat penyangga. Ia menjelaskan bahwa dirinya mengalami gangguan pada tulang belakang dan harus segera ke Singapura untuk check-up. Dengan gaya khasnya yang jenaka, ia berkelakar bahwa cedera tersebut akibat terlalu banyak berdansa. Meski begitu, ia memastikan bahwa dana bantuan dari Dato’ Sri Tahir sudah tersedia di rekeningnya dan akan segera diserahkan langsung kepada Yuvita tanpa potongan.
Yuvita, yang diketahui disekap dan disiksa oleh kekasihnya Taufik Hidayat selama 1,5 hingga 3 tahun, mengalami luka berat termasuk kebutaan dan cacat. Donasi dari Dato’ Sri Tahir diharapkan dapat meringankan beban korban dan keluarganya. Hotman Paris menegaskan komitmennya untuk memastikan dana tersebut diterima secara penuh oleh Yuvita sebagai bentuk dukungan moral.
Selain aksi kemanusiaan ini, Hotman Paris juga aktif memberikan komentar terhadap berbagai kasus hukum nasional. Beberapa hari sebelumnya, ia memuji Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dan Jaksa Agung ST Burhanuddin atas keputusan tidak menahan Roy Suryo dan dr. Tifa dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Hotman mengaku bahwa sarannya beberapa hari lalu untuk tidak menahan kedua tersedia mungkin dipertimbangkan oleh aparat penegak hukum.
Di sisi lain, Hotman Paris juga melontarkan kritik tajam terhadap pengacara Razman Nasution pasca-vonis delapan bulan penjara. Ia menilai pernyataan Razman yang menantang para hakim hingga ke Mahkamah Agung sebagai bentuk contempt of court. Hotman bahkan mempertanyakan agenda Razman yang bolak-balik Jakarta-Solo dan mendesak agar vonis terhadap Razman segera dieksekusi.
Hotman Paris terus menunjukkan perannya sebagai pengacara yang vokal dalam berbagai isu, mulai dari bantuan kemanusiaan hingga kritik terhadap penegakan hukum. Dengan gaya bicaranya yang tegas namun jenaka, ia tetap menjadi salah satu tokoh yang paling banyak diperhatikan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan