Media Kampung – Fenomena judi online kian meresahkan. Tak hanya menguras kantong, aktivitas ini juga menggerogoti kesehatan mental pelakunya. Psikolog Aulia Andaryati, S.Psi., M.Psi., dalam dialog Jaga Malam Pro 2 RRI Madiun, menekankan bahwa dampak psikologis judi online sering kali luput dari perhatian masyarakat.

Dampak Ganda Judi Online: Finansial dan Mental

Menurut Aulia, tekanan akibat kekalahan berulang, dorongan untuk mengembalikan kerugian (chasing losses), dan kecemasan akan kondisi keuangan dapat memicu gangguan kesehatan mental. Stres, kecemasan, hingga gangguan emosional lainnya menjadi risiko nyata. “Kita sudah sering mendengar tentang judi online dan yang paling sering terbayang adalah kehilangan uang. Padahal dampaknya tidak berhenti di situ saja,” ujarnya.

Faktor Pemicu: Kemudahan Akses dan Iklan Terselubung

Perkembangan teknologi dan akses internet yang luas, ditambah penggunaan smartphone hampir sepanjang hari, membuat masyarakat semakin rentan terpapar konten judi online. Promosi judi online kini kerap dikemas secara terselubung, menyerupai permainan digital biasa. Hal ini menyulitkan masyarakat, terutama anak muda, untuk mengenali risikonya. “Saat ini judi online semakin rentan menjangkau masyarakat karena iklannya banyak yang terselubung. Promosinya sering dikemas seperti game biasa sehingga terlihat aman, padahal dampaknya bisa sangat merugikan,” jelas Aulia.

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan

Aulia mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi konten digital. Edukasi mengenai risiko judi online perlu ditingkatkan, tidak hanya soal kerugian finansial, tetapi juga dampaknya terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan hidup secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat melindungi diri dari jeratan judi online.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.