Media Kampung – Kasus HIV di Sidoarjo mencapai 7.129 kasus hingga April 2026. Lonjakan ini mendorong DPRD Sidoarjo mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, salah satunya dengan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai pedoman bersama dalam pencegahan, penanganan, dan pengendalian HIV/AIDS.

Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori menegaskan penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Peningkatan kasus yang terus terjadi membutuhkan keterlibatan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar program pencegahan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

“Kami dari Komisi D mengimbau dan mendorong pemerintah daerah melalui Bappeda untuk segera menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) terkait perlindungan dan strategi pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo,” kata Dhamroni pada Selasa, 9 Juni 2026.

Politikus PKB itu menjelaskan penyusunan RAD akan menjadi landasan penting untuk memperkuat koordinasi antarinstansi. Ia menilai sejumlah OPD seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas Kesehatan perlu dilibatkan secara aktif bersama Paguyuban Remaja Peduli HIV/AIDS (Parpras) Kabupaten Sidoarjo dalam memperluas edukasi dan kampanye pencegahan.

“Jadi termasuk Dikbud, Disporapar dan Dinkes untuk kemudian bersinergi dengan Parpras Kabupaten Sidoarjo dalam rangka mencegah pertumbuhan HIV/AIDS di Sidoarjo. Apalagi hal ini sudah diamanatkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2017, sehingga itu menjadi dasar pelaksanaannya,” tegasnya.

Menurut Dhamroni, keberhasilan menekan laju penyebaran HIV/AIDS hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Edukasi kepada generasi muda, peningkatan kesadaran masyarakat, hingga penguatan program pencegahan harus dilakukan secara terpadu.

“Ini perlu kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Tidak cukup hanya Dinas Kesehatan saja atau teman-teman Parpras saja, tetapi butuh sinergi antar-OPD terkait dalam rangka pencegahan ini,” ujarnya.

Komisi D berharap RAD segera direalisasikan agar menjadi acuan bersama dalam menghadapi ancaman peningkatan kasus HIV/AIDS di Sidoarjo.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.