Media Kampung – Polres Jember mengamankan tiga pemuda yang diduga membuat video teror pocong yang viral dan menimbulkan keresahan di media sosial. Konten tersebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memicu kegaduhan di masyarakat sekitar.

Kabag Ops Polres Jember, Kompol Istono, menjelaskan bahwa ketiga pelaku berasal dari wilayah Patrang dan membuat video tersebut dengan cara mengedit foto salah satu rumah menggunakan aplikasi AI. Mereka menambahkan gambar pocong ke dalam foto rumah yang ternyata merupakan milik tetangga mereka sendiri di Jalan Merpati, Lingkungan Cangkring, Kecamatan Patrang.

“Mereka iseng memfoto rumah di wilayah Patrang lalu menambahkan gambar pocong dengan aplikasi AI,” ujar Kompol Istono saat berbicara di program Halo RRI pada Senin (25/5/2026). Polisi mengungkapkan bahwa dari ketiga pemuda yang diamankan, beberapa di antaranya masih berstatus di bawah umur.

Perbuatan ini dianggap meskipun terbilang kreatif, namun salah kaprah karena menimbulkan berita bohong yang membuat warga menjadi resah. Video viral tersebut sempat menyebar luas dan menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dan mengadakan pembinaan kepada para pelaku dengan melibatkan orang tua mereka. Langkah ini diambil agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan agar pemuda-pemuda tersebut memahami dampak negatif dari penyebaran konten hoaks.

Kompol Istono menambahkan, Polres Jember berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari insiden ini agar tidak menyalahgunakan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat konten yang dapat menimbulkan keresahan publik. Penggunaan AI harus dilakukan dengan bijak dan bertanggung jawab agar tidak merugikan orang lain maupun lingkungan sekitar.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan dampak sosial dari konten digital yang dibuat, terutama di era teknologi seperti sekarang. Penegakan hukum dan pembinaan menjadi kunci agar teknologi tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

Polres Jember terus memantau perkembangan kasus dan berkomitmen untuk menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya dengan tindakan tegas namun edukatif terhadap pelaku penyebar hoaks berbasis teknologi.

Dengan penanganan yang serius, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam membuat serta menyebarkan konten di media sosial, sehingga tidak menimbulkan keresahan yang tidak perlu di tengah-tengah komunitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.