Media Kampung – Tiga pelajar di Sragen, Jawa Tengah, diamankan polisi pada Kamis (28/5/2026) dini hari setelah membuat konten live TikTok dengan tema “pocong jadi-jadian” yang viral dan meresahkan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan di kawasan terowongan rel kereta api timur Pasar Bunder Sragen.

Ketiga pelajar berinisial RA (17), RG (17), dan JS (17) berkumpul di sebuah rumah di Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang pada Rabu malam, 27 Mei 2026. Mereka menyiapkan kostum dan atribut pocong untuk membuat konten live TikTok yang dimulai sekitar pukul 22.30 WIB.

Dengan menggunakan sepeda motor, mereka berkeliling ke beberapa titik di pusat Kota Sragen, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga berakhir di kawasan terowongan rel kereta api timur Pasar Bunder. Lokasi yang sepi dan mencekam dipilih untuk menciptakan suasana horor yang menarik perhatian penonton.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menyatakan bahwa aksi ini dilakukan demi mengejar popularitas dan gift melalui fitur monetisasi di TikTok. “Fenomena konten ekstrem demi viralitas media sosial harus menjadi perhatian khusus, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Kombes Pol. Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, mengimbau agar remaja tidak membuat konten yang menimbulkan keresahan, kepanikan, atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga meminta orang tua dan sekolah untuk mengawasi aktivitas digital anak-anak agar tidak membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Aksi tersebut sempat menimbulkan keresahan warga sebelum ketiga pelajar berhasil diamankan oleh anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang sedang patroli. Polisi menegaskan bahwa tidak ditemukan motif tindak pidana, namun perbuatan tersebut dapat memicu dampak negatif seperti gangguan ketertiban dan potensi kecelakaan.

Kasus ini menjadi peringatan penting tentang penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab tanpa menimbulkan kepanikan atau keresahan di masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.