Media Kampung – Ratusan warga menyerang sebuah pondok pesantren di Garut, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, menyusul tersebarnya isu bahwa salah satu guru ngaji di tempat tersebut diduga melakukan kekerasan seksual terhadap santri perempuan.

Kejadian ini memicu kemarahan warga sekitar yang kemudian berkumpul dan melakukan aksi penyerangan terhadap pondok pesantren tersebut. Isu kekerasan seksual ini beredar luas di masyarakat dan menjadi pemicu utama kerusuhan yang terjadi.

Salah satu oknum guru ngaji berinisial A di pondok pesantren tersebut menjadi sorotan utama. Meskipun demikian, informasi resmi mengenai dugaan kekerasan seksual ini belum dikonfirmasi secara lengkap oleh pihak berwenang.

Warga yang merasa resah atas kabar tersebut mengambil tindakan langsung dengan menyerang pondok pesantren tersebut. Situasi ini sempat memanas dan mengganggu ketertiban di wilayah setempat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian atau pengelola pondok pesantren mengenai perkembangan kasus dan langkah penanganan yang dilakukan. Pihak keamanan masih melakukan penyelidikan terkait insiden ini dan berusaha mengendalikan situasi.

Penyerangan yang terjadi menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar, terutama para orang tua santri yang merasa khawatir atas keamanan dan kenyamanan anak-anak mereka selama menimba ilmu di pondok pesantren tersebut.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan agama agar kasus-kasus kekerasan dapat dicegah dan ditangani secara tepat.

Masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut untuk menjaga kondusivitas dan keamanan di wilayah Garut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.