Media Kampung – Polisi Mojokerto masih menyelidiki motif pembacokan di Mojokerto yang menewaskan istri korban, Sri Wahyuni (36), dan ibu mertuanya, Siti Arofah (53), pada Jumat (5/5) di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri.

“Pelaku berhasil diamankan di daerah Asemrowo, Surabaya, berkat kinerja gabungan Resmob dan Jatanras Polres Mojokerto,” kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Aldhino menambahkan bahwa suspek ditangkap ketika hendak menuju rumah temannya dengan menaiki bus TransJatim, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif.

“Pelaku masih dalam pemeriksaan intensif terkait motif dan modus dari yang bersangkutan,” ujar Aldhino.

Pemeriksaan awal mengungkap bahwa pelaku sempat dibantu seorang saudara untuk menuju halte bus, kemudian naik TransJatim, turun di Asemrowo, dan langsung disergap oleh anggota Polsek setempat.

“Sering cekcok, faktor ekonomi juga. Utangnya ke sana kemari,” kata M Suroto, warga sekitar.

Suroto menegaskan bahwa perselisihan rumah tangga dipicu tekanan hutang dan kerap terjadi pertengkaran antara pelaku dengan istri serta mertuanya.

Selain masalah ekonomi, saksi menambahkan bahwa pelaku diduga cemburu karena mencurigai istrinya memiliki hubungan dengan pria lain, bahkan menemukan bukti transfer uang dari laki‑laki tersebut.

Pasangan tersebut tinggal di rumah kontrakan yang berjarak kurang lebih seratus meter dari rumah orang tua korban, menambah intensitas konflik pribadi.

Polri menyatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk memastikan apakah kecemburuan, beban hutang, atau kombinasi keduanya menjadi pemicu utama aksi pembacokan.

Hingga saat ini, suspek tetap berada di tahanan polisi dan tim investigasi terus mengumpulkan bukti serta saksi untuk memperjelas kronologi lengkap.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.