Media Kampung – Polisi Jombang masih menyelidiki kasus tewasnya pria asal Mojokerto di kebun jagung, belum dapat dipastikan apakah bunuh diri atau pembunuhan.
Korban bernama Benekditus, 25 tahun, warga Puri, Kabupaten Mojokerto, ditemukan di Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Wonosalam pada 12 April 2026.
Tim forensik menemukan luka tusuk pada tubuh, dan hasil autopsi masih dianalisis untuk menentukan penyebab kematian.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menyatakan penyelidikan menunggu hasil pemeriksaan barang bukti pribadi korban.
Ponsel dan laptop korban kini berada di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk analisis data digital.
Catatan pribadi korban juga dikirim ke psikiater guna menilai kondisi mental sebelum kejadian.
Polisi menemukan ponsel korban di saku celana saat olah TKP, sedangkan laptop dan catatan di kamar korban diamankan setelah penggeledahan.
Saksi yang diperiksa meliputi ayah, tante, dan rekan kerja korban yang tinggal di Kecamatan Puri, Mojokerto.
Dari keterangan saksi, korban mengirim pesan suara berisi ucapan terima kasih kepada ayahnya pada hari kematian.
Kepada tantenya, korban menulis permintaan maaf karena merasa tidak dapat menjadi pribadi yang sempurna.
Pesan perpisahan yang dikirim pada 12 April 2026 menjadi titik penting dalam penyelidikan, meski belum dapat dipastikan maksudnya.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sebuah pisau berlabel toko di bawah jasad, diduga baru dibeli.
Rekaman CCTV menunjukkan korban membeli pisau dan sebuah pulpen di toko pada 12 April 2026 antara pukul 13.21‑13.32 WIB.
Setelah pembelian, korban memesan layanan ojek daring menuju kawasan wisata di Dusun Babatan, jarak sekitar 100 meter dari tempat ditemukan.
Kamera pengawas di area wisata tidak berfungsi, sehingga jejak visual terbatas pada rekaman toko.
Jasad korban ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi membusuk, berjarak 20‑30 meter dari jalan utama dan 100 meter di utara kawasan wisata.
Penemuan jasad memicu kegemparan warga setempat, yang melaporkan keberadaan mayat kepada aparat.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan akan melibatkan analisis forensik luka, jejak DNA pada pisau, serta data digital dari perangkat korban.
Hasil analisis diharapkan dapat menjawab apakah luka tusuk merupakan tindakan bunuh diri atau aksi pembunuhan.
Hingga kini, pihak berwenang belum mengeluarkan kesimpulan final, namun menegaskan komitmen untuk mengungkap fakta secara transparan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan